Foto Ahmadinejad Peluk Wanita Non-Muhrim Direkayasa?

by
March 13th, 2013 at 11:35 am

Tehran (CiriCara.com) – Foto yang memuat momen ketika Ahmadinejad memeluk ibunda Hugo Chavez yang tengah berduka setelah ditinggal putranya untuk selama-lamanya menimbulkan kontroversi.

Para ulama Muslim konservatif di Iran mengkritik Ahmadinejad karena menganggap Ahmadinejad melanggar hukum Islam dengan memeluk wanita yang bukan merupakan muhrimnya.

foto ahmadinejad peluk ibu chzvez

Di dalam foto tersebut terlihat Ahmadinejad tengah menempelkan pipinya di pelipis Elena Frias de Chavez yang sedang menangis sambil memegang tangan pemimpin Iran yang kerap bersuara lantang melawan kebijakan Barat ini.

Foto yang diambil pada Jumat (8/3) saat berlangsung pemakaman Chavez di Caracas, Venezuela, ini diterbitkan oleh Telegraph yang juga menulis para kaum konservatif religius berpendapat pelukan tersebut haram.

Pemimpin religius dan legislator ternama Mohammed Taghi-Rahbar mengatakan Ahmadinejad “lepas kendali” seperti dikutip France 24.

BBC mengabarkan pihak kepresidenan Iran menuding foto tersebut adalah hasil rekayasa. Komentar pemerintah Iran dimuat di salah satu media massa berpengaruh di Iran, Enthekab.

“Mereka telah merekayasa foto atau mengambil sudut pandang yang memperlihatkan seolah-olah mereka (Ahmadinejad dan ibunda Chavez) bersentuhan. Tak ada salaman tangan,” ungkap Mohammadreza Mir Tajeddini, asisten Ahmadinejad, seperti dikutip BBC.

Perbandingan foto asli dan foto rekayasa

Perbandingan foto asli dan foto rekayasa

Sejumlah situs di Iran lalu memuat foto pelukan Ahmadinejad dengan seseorang yang dianggap merupakan foto asli sebelum direkayasa.

Di dalam foto tersebut Ahmadinejad terlihat berada dalam posisi yang sama dengan foto pelukannya dengan ibunda Chavez. Namun di sana Ahmadinejad tampak sedang memeluk seorang pria yang kemudian diketahui adalah Mohamed ElBaradei, pemimpin oposisi Mesir dan mantan direktur jenderal pemantau nuklir PBB.

Tapi pada kenyataannya, ElBaradei lebih tinggi daripada Ahmadinejad sehingga foto yang dianggap asli tersebut diragukan kebenarannya. Enthekab yang mengetahui hal ini segera meminta maaf atas tuduhan rekayasa dan menegur jurnalis serta editor mereka.

Sebelumnya Ahmadinejad juga sempat mengundang kritik setelah berkata bahwa Chavez kelak akan bangkit bersama Yesus.

Kritik dari kaum konservatif diduga berkaitan erat dengan jadwal pemilihan umum presiden Iran yang akan digelar pada Juni 2013. Pada pemilu 2009, Ahmadinejad berhasil meraih kemenangan namun disambut demonstrasi besar-besaran yang menimbulkan ketidakstabilan negara.

(hp)

Huffington Post | BBC

Comment di sini