Tahapan Pemilihan Paus Baru dalam Konklaf

by
March 13th, 2013 at 10:26 am

ciricara.com-proses pemilihan pausVatikan (CiriCara.com) – Prosesi pemilihan Paus baru pengganti Paus Benedictus XVI akan dimulai.

Agenda yang dijadwalakan dalam prosesi adalah pemberian suara oleh para kardinal yang sudah berkumpul di sana sejak Selasa, 12 Maret 2013 waktu setempat.

Prosesi awal pemilihan akan dimulai sejak pagi hari dalam tanggal yang telah ditentukan itu. Sementara itu dikabarkan bahwa tidak ada kandidat kuat dalam pemilihan Paus Baru tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, pemilihan Paus baru tidak dilakukan dengan pemunculan kandidat yang kemudian dipilih lewat pemungutan suara. Setiap kardinal akan memberikan suara dengan mencantumkan kandidat pilihan masing-masing.

Paus baru akan terpilih bila dua pertiga kardinal yang berhak memberikan suara telah memilih kandidat yang sama. Kemungkinan besar untuk mendapatkan satu kandidat dengan dukungan dua pertiga kardinal pemilih susah untuk dilakukan, maka pemungutan suara akan dilangsungkan empat kali dalam sehari.

Empat kali pemungutan suara itu terbagi dua kali pada pagi hari dan dua kali pemungutan suara lainnya pada malam hari. Proses pemungutan suara akan diteruskan sampai mendapat angka minimal dua pertiga suara dari 115 kardinal pemilih. Dengan kata lain, kandidat terpilih butuh 77 suara pendukung.

Apabila pemungutan suara yang dilakukan belum menghasilkan kandidat terpuilih, maka Kapel Sistina akan mengeluarkan asap berwarna hitam yang berasal dari pembakaran kertas suara para kardinal.

Sedangkan bila pemungutan suara telah mendapatkan kandidat terpilih, maka asap putih yang akan keluar dari Kapel Sistina. Selain asap, tidak ada cara komunikasi lain yang diizinkan dalam proses pemilihan Paus baru itu.

Untuk memilih Paus baru, paling tidak butuh enam kali pemungutan suara kecuali pada tahun 1939 yang hanya butuh empat kali pemungutan suara.

Sementara itu, para kardinal yang terpilih dalam prosesi pemunguta suara itu akan menghadiri misa khusus di Basilika Santo Petrus pada hari Selasa 12 Maret 2013 kemarin sebelum memasuki Kapel Sistina.

Nantinya Paus yang terpilih akan menjadi pemimpin ke-266 Gereja Katolik dengan 1,2 miliar umat Katolik di dunia. Dalam pemungutan suara yang akan dimulai itu, kerahasiaan akan sangat diperlukan.

Setelah pengucapan sumpah kerahasiaan, sang pemimpin upacara kepausan, Monsignor Guido Marini akan mengatakan bahwa “Extra omnes” atau “Semua orang keluar” dan pintu-pintu kapel akan dikunci.

Sebanyak 90 staf akan melayani para kardinal untuk memastikan kerahasiaan itu selama masa karantina. Mereka juga akan menyisir Kapel Sistina untuk memastikan tidak ada alat penyadap.

Sejumlah nama kardinal sudah menjadi kandidat Paus baru terpilih antara lain Kardinal Angelo Scola dari Milan, Kardinal Odilo Scherer dari Brasil dan Kardinal AS Timothy Dolan.

Berdasarkan keterangan, dari 115 kardinal pemilih, 76 orang di antaranya ditunjuk oleh Paus Benediktus XVI, dan 49 yang lain ditunjuk oleh pendahulunya yaitu Paus Yohanes Paulus II. 60 orang kardinal yang terpilih berasal dari kawasan Eropa, 21 dari Italia, 19 dari Amerika Latin, 14 dari Amerika Utara, 11 dari Afrika, 10 dari Asia, dan satu orang dari Oceania. (RN)

Comment di sini