Sidang Raffi: Gugatan Raffi Ahmad Terhadap BNN Ditolak

by
March 14th, 2013 at 4:35 pm

Sidang Praperadilan Raffi AhmadJakarta (CiriCara.com) – Gugatan praperadilan pihak Raffi Ahmad terhadap Badan Narkotika Nasional (BNN) akhirnya ditolak. Pada sidang vonis yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hakim memutuskan untuk menolak gugatan tersebut.

Ketua Hakim Sigit Sutriono menilai bahwa pihak BNN tidak menyalahi aturan dalam melaksanakan tugasnya. Itulah sebabnya dia menolak gugatan dari pihak Raffi Ahmad. “Permohonan pemohon ditolak,” tegasnya.

Menurut Sigit, pihak BNN telah menjalankan tugasnya dengan benar dan secara profesional. Penggerebekan dan penahanan tersangka kasus narkoba, Raffi Ahmad dinilai sudah tepat dan tidak menyalahi aturan.

“Penangkapan dan penahanan (Raffi) adalah sah. Rehabilitasi bukan ranah praperadilan. Peradilan ini jujur dengan hati nurani, BNN bertugas dengan profesional,” jelas Sigit saat membacakan vonis di PN Jaksel, seperti dikutip dari detik.com, Kamis (14/3/2013).

Dengan diputusnya vonis tersebut maka Raffi Ahmad tetap akan menjadi tahanan pihak BNN. Namun, saat ini pihak BNN telah menempatkan Raffi di panti rehabilitasi Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Raffi dinilai perlu mendapatkan perawatan tim medis.

Sebelumnya, kuasa hukum Raffi Ahmad mengajukan gugatan terhadap pihak BNN. Mereka menilai bahwa BNN telah melanggar prosedur penangkapan saat melakukan penggerebekan di rumah Raffi, di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2013) lalu.

Pihak kuasa hukum juga memprotes keputusan BNN yang mengirim Raffi ke panti rehabilitasi tanpa persetujuan pihak keluarga. Pasalnya Ibunda Raffi, Amy Qaninta mengaku tidak mengetahui rencana rehabilitasi tersebut.

Namun, pihak BNN mengklaim bahwa keputusan rehabilitasi tersebut telah disetujui oleh paman Raffi Ahmad. Bahkan, menurut BNN Amy Qaninta juga ikut hadir dalam penandatanganan surat rehabilitasi itu.

“Rehab itu adalah permintaan dari Mansyur Ahmad dimana dia adalah paman daripada Raffi Ahmad. Suratnya ada, tanggal 31 Januari 2013,” ungkap kuasa hukum BNN, Partahi Sihombing.

(YG)

Comment di sini