Warga Jakarta Bakal Punya 1 Dokter Keluarga Per 1000 Rumah

by
March 14th, 2013 at 4:44 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Kini warga Jakarta akan mendapat tambahan fasilitas kesehatan baru. Dalam waktu dekat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan 1 dokter keluarga yang akan melayani 1.000 rumah.

Liputan 6

Liputan 6

Gaji untuk para dokter tersebut per bulannya adalah Rp. 21 juta. Tentu saja, syaratnya adalah jika semakin banyak yang berobat maka gaji dokter akan dipotong Rp. 7 ribu per orang.

“Jadi prinsipnya, kalau 3.000 orang, satu rumah mungkin 3-4 orang, jadi seribu rumah. Jadi dokter yang praktik di sana siapa, yang punya klinik misalnya. Jadi si dokter ini bertugas mengawasi 3000 orang ini nih, bisa seribu rumah bisa juga kurang dari seribu rumah,” jelas Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok seperti dikutip oleh Detik.com.

Pendapat ini disampaikan oleh Ahok di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada hari Kamis, 14 Maret 2013.

Pemprov DKI Jakarta berencana untuk mengalokasikan dana Rp 7.000 per orang per bulan untuk gaji sang dokter. Gaji tersebut akan berkurang bila semakin banyak warga yang berobat ke sang dokter. Potongan yang didapat dokter tinggal dikalikan Rp 7.000 per orang yang berobat.

“Dia tidak pakai gaji. Kita bisa tentukan misalnya Rp 7.000, kalau 3.000 orang jadi kita akan bayar dia Rp 21 juta per bulan. Kalau 3.000-nya sakit ya bangkrut dia. Dia akan jadi rugi kan. Jadi kalau yang dia jaga sakitnya hanya 50, cuman kasih obat-obat dasar, ya dokter dapat uang dari situ. Jadi semakin sehat masyarakat yang di bawah naungan dokter keluarga ini, maka dokter dapat uangnya lebih penuh,” jelas Ahok lagi, masih kepada sumber yang sama.

Dokter dalam program tersebut pada intinya harus bisa menjaga agar 3.000 warga di Jakarta tetap sehat. Sang dokter juga akan dituntut untuk melakukan tindakan preventif yang lebih agresif agar warga bisa menjaga kesehatan sebelum sakit. Apabila dokter tidak mampu maka pejabat di wilayah hingga tingkat bawah akan turun gunung membina warga.

Untuk mendapatkan tenaga dokter tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) yang berada di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dengan langkah tersebut, orang sakit yang pergi ke rumah sakit bisa berkurang karena sudah mendapat tindakan pencegahan dari dokter keluarga yang disebar di kampung-kampung Jakarta.

“Intinya, total harapan kami setiap warga di DKI, masing-masing ada dokter pribadinya. Jadi kalau kamu pusing, nggak usah ke toko warteg beli obat cap singa, gitu kan nggak perlu. Kamu tinggal datang ke dokter yang terdekat di rumah kamu. Kalau kamu tidak suka denga dokternya, kamu bisa lapor kepada kita,” pungkas Ahok.

Semoga saja program ini bisa berjalan sehingga seluruh warga Jakarta mendapat fasilitas kesehatan yang layak dan memadai. (RN)

Comment di sini