Bawang Putih Mahal, Presiden SBY Marah ke Bawahan

by
March 15th, 2013 at 10:17 am

ciricara.com-susilo bambang yudhoyonoJakarta (CiriCara.com) – Kenaikan harga bawang putih yang sangat drastis membuat rakyat kelabakan. Harga bumbu pelengkap masakan ini melonjak 100 persen lebih tinggi dari harga semula.

Tidak hanya masalah bawang putih saja. Di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat Kabinet Indonesia Bersatu, harga beberapa bahan komoditi pangan sempat melonjak lebih tinggi dari harga semula, sebut saja kedelai, cabai, dan daging sapi.

Seperti dilansir dari Merdeka.com, harga kedelai sempat naik tinggi pada awal tahun 2012 lalu hingga Rp. 90.000 per kilogram. Kenaikan harga yang sangat tinggi ini membuat pengrajin tahu dan tempe kewalahan bahkan ada sebagian yang terpaksa gulung tikar karenanya.

Di awal tahun 2013 giliran harga bawang putih yang melonjak drastis menjadi lebih dari Rp. 70.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga normal bawang putih hanya berkisar Rp. 15.000 per kilogram.

Bagaimana reaksi Presiden SBY terhadap kenaikan barang ini?

Tentu saja, SBY marah dengan ketidakstabilan harga kebutuhan pokok masyarakat tersebut. Lewat rapat kabinet, SBY mengungkapkan keresahannya terhadap para menteri. Bahkan dengan tegas, ia meminta para anak buahnya itu untuk bekerja keras menormalkan harga.

“Ini tidak boleh begini. Ketika ada krisis harga pangan dan minyak 2008 meluas karena itu global, bermalam-malam berhari-hari kita bekerja. Kalau tingkatannya masih seperti ini hanya tiga komoditas yang mengalami kenaikan tidak wajar, selesaikan. Jangan tidur kalau perlu sampai selesai,” katanya di Istana Negara. Kamis 14 Maret 2013 seperti dikutip oleh Merdeka.com.

SBY juga mengkritik kerja bawahannya yang hanya bermain wacana di media tanpa bisa menghasilkan solusi yang pasti untuk mengatasi mahalnya harga kebutuhan masyarakat itu.

Setelah SBY sempat menegur bawahan, Kementerian Pertanian lantas memasang target bahwa harga bawang putih akan menurun pada akhir Maret 2013 nanti. Para pihak terkait juga mengaku tengah berusaha keras mengurusi penyelesaian proses pemberian Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Rusman Heriawan selaku Wakil Menteri Pertanian berjanji bahwa pihaknya akan mengawasi implementasi impor yang dilakukan oleh para importir agar bisa segera melakukan normalisasi harga. (RN)

Comment di sini