Israel Kembali Jadi Target Serangan Anonymous

by
March 18th, 2013 at 9:59 am

CiriCara.comHacker atau peretas yang tergabung dalam kelompok internasional “Anonymous” berencana melancarkan serangan terorganisir kepada Israel.

Salon

Salon

Serangan yang diberi nama #OpIsrael itu berencana untuk melancarkan serangan lewat dunia nyata kepada Israel yang dimulai pada tanggal 7 April 2013 nanti.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Anonymous meminta kepada seluruh peretas dunia agar bergabung dalam gerakan tersebut. Misi dari serangan itu adalah untuk ‘menghapus’ nama Israel dari internet.

Para aktivis peretas itu memutuskan untuk bersatu melawan Israel sebagai satu kesatuan. Menurut mereka, Israel juga harus siap menjadi pihak yang terhapus dari internet.

“Tim hacker memutuskan untuk bersatu melawan Israel sebagai satu kesatuan, dan Israel harus siap menjadi pihak yang “terhapus” di internet. Ini bukan satu hacker, bukan satu tim hacker, tapi ini adalah kumpulan berbagai hacker,” tulis kelompok Anonymous dalam akun Twitternya @YourAnonNews seperti diterjemahkan oleh Kompas.com.

Menurut pendapat dari kelompok itu, serangan itu adalah serangan siber terbesar kepada suatu negara. Jika dilihat dari daftar peretas yang bergabung dengan operasi tersebut, rata-rata mereka berasal dari kawasan Timur Tengah.

Lalu bagaimana tanggapan dari Israel?

Haaretz sebagai salah satu media massa asal Israel melaporkan bahwa pemerintah Israel menanggapi serius ancaman itu serta menyiapkan pertahanan siber negara sebaik mungkin.

Ofir Bon Avi selaku Direktur Kelompok Online Pemerintah Israel mengetahui bahwa #OpIsrael memang sedang diorganisir dalam beberapa hari terakhir.

Ia juga mengakui bahwa serangan gerakan ini berbeda dengan berbagai serangan yang telah dilancarkan kepada Israel lewat dunia maya. Kali ini serangan memang benar-benar dilakukan oleh kelompok Anonymous yang merupakan afiliasi dari seluruh dunia dan bergabung dalam sebuah kekuatan.

Tidak hanya Israel saja yang pernah menjadi target serangan Anonymous. Di Indonesia, kelompok ini pernah menyerang beberapa situs pemerintah Indonesia saat Wildan, sang remaja peretas situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ditangkap oleh pihak kepolisian. (RN)

Comment di sini