Bahaya Nyemil Sambil Nonton TV

by
March 19th, 2013 at 9:28 am

CiriCara.com – Mungkin kita juga sudah sering mendengar kalau makan sambil melakukan hal lain seperti nyemil di depan televisi, atau sambil membaca dan bermain game dapat merusak program diet alias bikin tubuh semakin gemuk. Mengapa bisa demikian?

Kebiasaan nyemil sambil nonton tv

Dilansir dari Daily Mail, peninjauan ulang terhadap penelitian yang telah membuat kesimpulan tersebut dilakukan oleh kelompok peneliti asal Inggris, yang kemudian menyatakan bahwa orang yang makan atau nyemil sambil melakukan kegiatan, mengonsumsi makanan 25% lebih banyak pada saat itu dan juga di hari-hari berikutnya.

Kabarnya, makan sambil melakukan kegiatan membuat orang tersebut tidak dapat mengingat berapa banyak makanan yang sudah disantapnya, berapa banyak kalori yang sudah masuk ke tubuhnya.

Jika diperhatikan, memang benar kalau orang yang makan sambil asyik menonton film pasti tidak akan memperhatikan apa saja yang dimakannya.

Contoh sederhananya, jika kamu mengambil camilan seperti keripik, biskuit, cokelat atau apa saja, untuk menemani saat nonton tv atau bermain game, tentu kamu tidak fokus terhadap camilan tersebut melainkan hanya fokus kepada film atau game-nya, bukan? Dan ketika camilan itu sudah habis sangat mungkin, kamu akan mengambil camilan lainnya.

Kebiasaan makan sambil melakukan kegiatan

Sangat jarang ditemui orang yang makan sambil sibuk melakukan suatu, dapat mengingat makanan apa saja yang sudah disantapnya. Parahnya lagi, makan sambil melakukan kegiatan tidak membuat rasa kenyang yang berarti. Sehingga, tidak jarang ada orang yang merasa belum makan padahal sebenarnya dia sudah makan banyak saat asyik nonton tv, sibuk bekerja, atau seru bermain game.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan orang yang makan dengan duduk santai di meja makan, sambil menikmati setiap gigitannya. Orang seperti itu mampu mengingat semua makanan yang sudah dimakannya. Orang seperti ini akan makan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang hobi makan sambil melakukan kegiatan.

Penelitian terhadap kebiasaan buruk makan ini telah dilakukan oleh para ilmuwan. Antara tahun 1997 dan 2011, telah dilakukan 24 penelitian yang menguji coba para sampelnya dengan menggunakan metode manipulasi memori dan tingkat kepedulian individu tersebut terhadap makanan yang telah dimakannya.

Dari penelitian yang dilakukan itu, didapat data yang menunjukkan bahwa rata-rata orang yang makan sambil melakukan hal lain, jumlah makanan yang dimakannya saat itu akan meningkat hingga 10%, selain itu, jumlah makanan yang akan dimakannya pada jam makan berikutnya akan meningkat hingga 25%.

Sedangkan orang yang makan sambil duduk tenang dan menikmati setiap suapan yang masuk ke dalam mulutnya mampu mengurangi jumlah asupan makanannya hingga 10%.

Dengan hasil tersebut, penulis penelitian yang dipimpin oleh Dr. Eric Robinson dari Universitas Liverpool, menganjurkan metode makan yang santai dan penuh perhatian itu dapat dimasukkan ke dalam metode diet sebagai salah satu cara alternatif untuk menghitung jumlah asupan kalori.

(yk)

Daily Mail

Comment di sini