CiriCara: Ciri Anak Temper Tantrum dan Cara Menghadapinya

by
March 19th, 2013 at 3:47 pm

menghadapi anak temper tantrumCiriCara.com – Temper tantrum merupakan perilaku marah pada anak-anak prasekolah. Untuk mengekspresikan kemarahannya, biasanya mereka akan berbaring di lantai, menendang, berteriak, menggigit, mencubit, dan terkadang menahan napas. Tantrum ini bukan hanya untuk mencari perhatian orang dewasa saja, tapi juga cenderung melampiaskan kemarahannya.

Normalnya, tantrum atau marah-marah pada anak hanya terjadi sekitar 30 detik sampai 2 menit saja. Namun, jika kemarahan berlanjut sampai pada tingkat yang membahayakan dirinya atau orang lain, maka bisa menjadi hal yang sangat serius.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai anak temper tantrum, Anda bisa menyimak ciri-cirinya.

Ciri-ciri anak temper tantrum:

1. Suka cemberut dan mudah marah

Anak temper tantrum biasanya menunjukkan sikap suka cemberut dan mudah marah saat sedang bermain dengan teman-temannya.

2. Mengamuk

Si anak akan mengamuk jika keinginanya itu tidak dituruti oleh orangtuanya. Selain itu, si anak juga akan memukul-mukulkan tangan atau kepalanya, membanting seluruh perabotan rumah, dan merengek. Perilakunya itu juga bisa ditunjukannya saat dirinya dan Anda berada di mal.

3. Menyakiti dirinya sendiri

Anak dengan temper tantrum memiliki kelemahan dalam mengendalikan emosinya sehingga meluapkannya dalam bentuk kemarahan secara berlebihan. Saking marahnya, anak temper tantrum ini sering menyakiti dirinya sendiri atau merusak barang-barang di sekitarnya. Selain itu, mereka juga bisa menjerit-jerit hingga keinginannya itu dipenuhi oleh orangtuanya.

anak temper tantrum

Perkembangan emosi yang terhambat tentu akan mempengaruhi perkembangan aspek anak lainnya, seperti perkembangan fisik, psikis, dan intelektual. Hal tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan orangtua si anak. Lalu, bagaimana cara menghadapi anak temper tantrum ini?

Cara menghadapi anak temper tantrum:

1. Memberikan peraturan yang jelas

Anak membutuhkan kejelasan akan apa yang boleh dan tak boleh dilakukannya. Anak belum memiliki logika seperti orang dewasa. Daya pikirnya masih berada dalam proses tumbuh kembang. Untuk itu, kejelasan akan peraturan menjadi patokan utama bagi perilaku anak. Misalnya, Anda memberi peraturan tak boleh makan es krim sebelum makan nasi.

2. Membiarkannya jika sedang mengamuk

Jika anak sudah memperlihatkan sikap mengamuknya, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membiarkannya. Ketika dirinya marah secara berlebihan, anak sering menunggu respons orang-orang di sekitarnya sebagai bentuk perhatian yang ditunjukkan kepadanya. Jika respons itu muncul, maka biasanya anak akan menjadi-jadi agar hal yang diinginkannya segera terwujud. Namun, Anda harus bersikap tegas dan jangan terus-menerus menuruti keinginannya.

3. Jangan ikut emosi

Biasanya, orangtua akan ikut-ikut emosi manakala anaknya sedang mengamuk. Orangtua bisa memukul, mencubit, dan lain sebagainya. Namun, cara itu bukanlah solusi yang tepat untuk menghadapinya. Anak-anak bukannya akan belajar mengatasi kemarahannya, tapi malah semakin menganggap orangtuanya jahat. Untuk itu, Anda disarankan tetap tenang saat menghadapinya.

4. Ajari anak untuk mengatasinya

Jangan turuti semua hal yang diinginkannya pada saat itu juga. Membiarkannya dan bersikap cuek merupakan salah satu cara untuk membuatnya tahu bahwa kemarahannya tak bisa membeli keinginannya. Katakan padanya bahwa hanya anak-anak yang menyampaikan keinginan dengan cara yang baiklah yang akan mendapatkan keinginannya dari Anda. Bukan dengan mengamuk, guling-gulingan, dan menjerit. Sikap yang Anda tunjukkan ini akan membuatnya berlatih lebih disiplin.

5. Ajak si anak untuk menenangkan diri

Anda bisa siapkan sebuah kursi yang disebut sebagai kursi diam. Saat mengamuk, dudukkan anak di sana dan menyuruhnya agar tak boleh ke mana-mana sampai dirinya tenang. Selain itu, Anda juga bisa menyuruhnya untuk masuk ke kamarnyua sendiri dan menenangkan diri. Katakan padanya bahwa si anak boleh keluar jika dirinya sudah kembali tenang.

Itulah ciri anak temper tantrum dan cara menghadapinya. Sebagai orangtua, Anda harus bisa tetap sabar menghadapinya. Anda harus bisa menenangkan si anak, seperti memeluknya, memperhatikannya, dan sering berkomunikasi dengannya. Dengan begitu, si anak akan merasa nyaman dan jadi bisa lebih terbuka pada Anda. (NR)

Comment di sini