Rancangan KUHP: Pasangan Kumpul Kebo Ikut Dipidana

by
March 21st, 2013 at 10:41 am

ciricara.com-hkuhp kumpul keboJakarta (CiriCara.com) – Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) juga membahas hukuman bagi para pezina dengan pasangan yang bukan suami atau istrinya serta pelaku kumpul kebo.

Dilansir dari Tempo.co, ancaman hukuman bagi para pelaku zina dan kumpul kebo bisa mencapai 5 tahun penjara.

“Ancamannya paling lama 5 tahun penjara,” kata Direktur Jenderal Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Wahidudin Adams, Selasa, 19 Maret 2013 kepada sumber yang sama.

Aturan tersebut sudah dicantumkan dalam Rancangan Undang-undang (RUU) KUHP yang telah diusulkan pemerintah. Pada tanggal 6 Maret 2013 lalu, pemerintah memang telah menyerahkan draf Rancangan KUHP ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Rancangan tersebut akan dibahas oleh Komisi sebelum disahkan menjadi KUHP baru dan menggantikan KUHP lama warisan pemerintah lokal Belanda.

Sebenarnya perzinahan sudah diatur dalam KUHP saat ini namun hanya dikenakan bagi pria dan wanita yang sudah menikah. Aturan tersebut tertuang dalam Pasal 284 KUHP yang mendefinisikan zina sebagai perbuatan persetubuhan yang dilakukan laki-laki atau perempuan yang telah kawin dengan perempuan atau laki-laki yang bukan istri atau suaminya.

Menurut Wahidudin, pemerintah memasukkan pasal perzinahan yang dilakukan oleh lajang dalam rancangan baru karena merupakan sebuah cerminan nilai yang telah dianut oleh masyarakat.

Pasal perzinahan untuk lajang atau kumpul kebo ini berlaku sebagai aturan dari istri, suami, atau pihak ketiga yang merasa dicemarkan oleh pihak tersebut. Aturan itu tidak akan berlaku terhadap hasil sweeping petugas

RUU KUHP yang baru juga mengatur pasangan kumpul kebo atau para lajang yang hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan yang sah dengan ancaman pidana 1 tahun penjara.

Namun menurut Ida Ruwaida, sosiolog dari Universitas Indonesia, efektivitas pasal larangan berzina dan kumpul kebo ini akan percuma saja jika tidak ada yang mengatur dan mengontrol di lapangan. Menurutnya, masyarakat di lingkungan perkotaan jarang melaporkan kejadian perzinahan dan kumpul kebo yang mereka lihat di lapangan. (RN)

Comment di sini