Isu Kudeta SBY: Anas Urbaningrum Temui Anggota MKRI

by
March 22nd, 2013 at 4:20 pm

Jakarta (CiriCara.com)Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang kini menjadi tersangka atas kasus korupsi proyek Hambalang menemui para anggota Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI).

Tempo

Tempo

MKRI sendiri disebut sebagai salah satu pihak yang diisukan akan melancarkan kudeta terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada hari Senin, 25 Maret 2o13 nanti.

Lalu, apa tujuan Anas Urbaningrum mendatangi para anggota MKRI? Apakah hal tersebut berkaitan dengan isu kudeta Presiden SBY?

Dugaan tersebut dibantah oleh Erwin Usman. Erwin mengatakan bahwa Anas datang hanya untuk bersilaturahmi saja dengan MKRI.

“Agendanya silaturahim dengan Pak Anas. Nanti pertemuan jam 13.30 WIB,” kata Presidium Nasional MKRI Erwin Usman seperti dikutip oleh Merdeka.com, Jumat 22 Maret 2013.

Rencananya Anas datang hanya untuk membicarakan permasalahan bangsa dengan Ketua Presidium MKRI, Ratna Sarumpaet dan juga Sekjen MKRI, Adhie M Masardi dan seluruh Presidium MKRI.

Pertemuan antara Anas dan anggota MKRI itu digelar di Sekretariat MKRI, Jalan Kampung Melayu Kecil V No 24 Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan.

Walau sempat dituding akan melancarkan aksi kudeta pada hari Senin nanti, namun MKRI menolak dengan tegas bahwa pihaknya akan mengerahkan massa untuk menggulingkan SBY.

Erwin yang mewakiki MKRI mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak memiliki kekuatan apapun untuk melakukan kudeta. Aksi itu dilakukan hanya untuk mendorong pergantian pemerintah melalui percepatan pemilihan umum saja.

Menurut MKRI, ada lima tuntutan yang akan dilayangkan saat aksi unjuk rasa. Tuntutan pertama adalah meminta pemerintah menasionalisasi tambang minyak dan gas. Tuntutan kedua, mereka meminta pemerintah untuk menurunkan harga kebutuhan pokok. Tuntutan ketiga, menghentikan impor kebutuhan masyarakat.

Tuntutan kelima, MKRI meminta pemerintah menuntaskan kasus korupsi yang berhubungan dengan orang-orang di sekitar Istana Negara. Dan tuntutan terakhir adalah meminta pemerintah menghentikan konflik agama, suku, dan ras.

Aksi MKRI ini sempat dianggap sebagai upaya untuk mengkudeta pemerintahan SBY. Isu ini bahkan sempat dibenarkan oleh Marciano Norman selaku Kepala Badan Intelijen Negara.

Ia mengaku bahwa institusinya telah mengetahui rencana aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menggulingkan Presiden SBY pada hari Senin, 25 Maret 2013 mendatang. (RN)

Comment di sini