Presiden SBY Terlalu Cemas, Unjuk Rasa Dianggap Kudeta

by
March 22nd, 2013 at 3:19 pm

Jakarat (CiriCara.com) – Banyak pihak menanggapi isu kudeta yang kabarnya akan dilancarakan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan pendapat yang berbeda-beda.

Misalnya saja, Saleh Husin, Sekretaris Fraksi Partai Hanura, menganggap isu kudeta yang akan dilancarkan kepada Presiden SBY terjadi karena kegalauan dan kecemasan Presiden SBY.

The Jakarta Globe

The Jakarta Globe

“Kalau aksi unjuk rasa diartikan kudeta, itu hanya SBY saja yang galau,” kata Saleh Husin, Kamis, 21 Maret 2013 seperti dikutip oleh HarianTerbit.com.

Saleh menganggap Presiden SBY terlalu berlebihan jika mengartikan unjuk rasa yang dilakukan para aktivis, hari Senin, 25 Maret 2013 sebagai aksi kudeta. Menurutnya, sejak negara Indonesia didirikan hingga hari ini tidak punya mempunyai sejarah kudeta.

Menurutnya, aksi kudeta hanya akan dilakukan oleh mereka yang memiliki kekuatan bersenjata seperti TNI dan Kepolisian. Padahal keduanya berada di bawah pengaturan Presiden SBY sehingga SBY tidak perlu khawatir akan isu kudeta yang berkembang di masyarakat.

“Anggota TNI dan polisi kita sejak awal masuk tidak pernah diajarkan untuk kudeta sehingga tidak mungkin ada kudeta dari mereka. Apa mau mereka dicopot dari pangkat dan jabatannya saat ini,” kata Saleh lagi.

Selain mengkritik langkah Presiden yang terlalu berlebihan dalam memandang sebuah unjuk rasa, Saleh juga mengkritik informasi intelijen yang telah dibuka kepada publik. Menurutnya, informasi intelijen seharusnya hanya diketahui oleh Presiden saja dan tidak perlu diungkapkan kepada publik.

Isu kudeta Presiden SBY ini semakin berkembang saat Jenderal Marciano Norman, selaku Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) membenarkan bahwa akan ada aksi unjuk rasa di Jakarta, Senin, 25 Maret 2013 yang ditujukan untuk menuntut Presiden SBY turun dari jabatannya.

Di sisi lain, KSAD TNI, Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengatakan bahwa tidak akan ada upaya untuk menjatuhkan Presiden SBY sebelum Pemilu 2014 berlangsung. Menurutnya, kabar kudeta terhadap Presiden SBY tersebut hanyalah sebuah isu yang berkembang saja.

Hal serupa juga diungkapkan oleh perwakilan dari Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) yang mengatakan bahwa mereka hanya akan melakukan unjuk rasa secara damai pada hari Senin nanti. MKRI sempat disebut-sebut sebagai dalang dari ‘kudeta’ pada hari Senin nanti. (RN)

Comment di sini