Batal, Demo Penggulingan SBY Berubah Jadi Acara Baksos

by
March 25th, 2013 at 9:20 am

Jakarta (CiriCara.com) – Rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar besar-besaran pada hari ini, Senin, 25 Maret 2013 dengan tujuan untuk menggulingkan rezim pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan batal digelar.

The Australian

The Australian

Seperti dilansir dari Tribunnews.com, agenda unjuk rasa besar-besaran pada hari ini dipastikan berubah agenda menjadi acara bakti sosial yang dikomando oleh Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI).

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto.

“Acara diubah jadi bakti sosial pembagian sembako,” ucapnya, Minggu 24 Maret, 2013 kepada sumber yang sama.

Acara bakti sosial yang dilakukan oleh MKRI itu akan digelar pukul 13.00 WIB di halaman Kantor YLBHI, Jalan Diponegoro Nomor 74, Jakarta Pusat pada hari ini, Senin, 25 Maret 2013.

Sedangkan jumlah warga yang diperkirakan datang untuk mengikuti acara bakti sosial ini berjumlah 3.000 orang. Menurut Neta S. Pane, selaku Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), akan ada orasi politik yang dilakukan oleh tokoh-tokoh terkenal seperti Adnan Buyung Nasution, Lili Wahid, Ratna Sarumpaet, Adhie Massardi, dan lainnya.

Di samping acara bakti sosial, para aktivis yang kebanyakan adalah seniman itu akan menggelar acara baca puisi di tempat yang sama.

Sebelum pembatalan acara unjuk rasa yang ditengarai sebagai upaya untuk menggulingkan SBY ini, aktivis seperti Ratna Sarumpaet sempat membenarkan bahwa ia dan MKRI akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut Pemerintahan SBY mundur.

“Kalau dia benar cinta Indonesia, dia akan rela dan ikhlas mundur dari jabatannya. Dia akan rela menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintah transisi,” kata Ratna kepada Okezone.com, dalam jumpa pers yang diadakan di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 16 Maret 2013.

Dalam kesempatan yang sama, aktivis MKRI lainnya, Adhie Masardi juga membenarkan rencana unjuk rasa tersebut.

“Tidak ada ada alasan mempertahankan SBY. Kita sudah mengalami krisis yang luar biasa di semua lini. Kita sudah mengalami krisis kedaulatan politik, pangan, dan lain-lain. Kenapa harus nunggu 2014? Jangan sampai melahirkan kebusukan-kebusukan yang lain,” kata Adhie. (RN)

Comment di sini