Kepala LP Cebongan Dapat Firasat Sebelum Penyerbuan

by
March 25th, 2013 at 4:35 pm

Sleman (CiriCara.com)Penembakan terhadap empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta yang dilakukan oleh belasan orang tak dikenal mengundang banyak spekulasi di tengah masyarakat.

Diberitakan oleh Tempo.co, menurut pendapat Andi Hamzah, Guru Besar Hukum Pidana di Universitas Indonesia menilai bahwa tidak ada yang salah dalam perpindahan tahanan dari penjara di Kepolisian Daerah Yogyakarta ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Detik

Detik

Namun biasanya menurut Andi, penahanan tersangka di Kepolisian Daerah (Polda) menghabiskan waktu hingga 20 hari.

“Biasanya, ditahan di Polda 20 hari, kemudian kalau jaksa memperpanjang, waktu penahanannya bertambah lagi 40 hari. Dalam rentang waktu yang 40 hari inilah biasanya tempatnya di LP,” kata Andi kepada Kompas.com, Minggu, 24 Maret 2013.

Pendapat yang sama diungkapkan oleh Sukamto, Kepala Lapas Cebongan kepada Haris Azhar Azis selaku Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang mempunyai firasat buruk soal pengiriman empat tersangka penganiayaan yang menyebabkan tewasnya anggota Kopassus Sersan Satu (Sertu) Santoso.

Empat tersangka pembunuhan Sertu Santoso itu adalah Hendrik Benyamin Sahetapy alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gamaliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Chandra Galaja alias Dedi.

Mereka dikirim ke penjara Cebongan bersama dengan tujuh tahanan lainnya yang dipindahkan dari tahanan Polres Sleman ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan dipindah ke Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Pengiriman tahanan itu terjadi pada hari Jumat, 22 Maret 2013. Haris menuturkan bahwa langkah Kepolisian menitipkan tahanan ke Lapas tersebut bukanlah langkah biasa karena pemeriksaan terhadap para tersangka baru berjalan sekitar tiga hingga empat hari.

Sukamto lalu mengontak Polda Yogyakarta dan Markas Besar Kepolisian RI untuk menanyakan alasan pengiriman para tersangka itu. Dan ternyata kekhawatiran dari para Kepala Lapas itu memang terbukti karena Sabtu dini hari, keempat tersangka dibunuh oleh orang-orang tak dikenal. (RN)

Comment di sini