Penembakan Lapas Sleman Bukti Indonesia Jadi Sarang Mafia

by
March 25th, 2013 at 3:34 pm

ciricara.com - mafia lapas slemanJakarta (CiriCara.com) – Penyerangan yang dilakukan oleh belasan orang tak dikenal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta telah memalukan institusi pemerintah dan menimbulkan keresahan publik.

Dilansir dari Kompas.com, penyerangan yang dilakukan terhadap para tahanan di dalam penjara itu telah membuktikan bahwa Indonesia memang dikuasai oleh mafia.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon memberikan pendapat yang sama bahwa peristiwa ini memberikan bukti kuat bagaimana Indonesia berada di bawah kendali mafia.

“Tak pernah kita mendengar adegan semacam itu kecuali di film-film action. Negara tak berdaya dan lemah menghadapi kelompok bersenjata. Hukum tak berjalan dan kurang wibawa,” kata Fadli Zon dalam siaran persnya, Minggu 24 Maret 2013 kepada sumber yang sama.

Menurut politisi asal Partai Gerindra tersebut, seharusnya pemerintah tidak menganggap sepele peristiwa penembakan di dalam Lapas itu karena sudah merupakan teror yang serius kepada negara. Fadli menyarankan bahwa sebaiknya pemerintah bertindak secara cepat dan nyata untuk menangkap pelaku dan menjamin kejadian serupa agar tidak lagi terulang.

Jika pemerintah tidak segera bertindak serius, maka kemungkinan besar rakyat semakin tidak percaya kepada aparat penegak hukum dan bebas untuk main hakim sendiri. Serangan seperti itu seharusnya tidak bisa terjadi di negara hukum seperti Indonesia.

Sama halnya dengan Fadli Zon, Martin Hutabarat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerindra juga berpendapat bahwa tindakan main haik sendiri seperti ini telah membuktikan bahwa masyarakat sudah tidak lagi percaya terhadap hukum.

“Apabila rasa kepercayaan itu ada, pasti kejadian seperti ini tidak mungkin terjadi,” kata politisi Gerindra yang juga anggota Komisi III DPR itu.

Berdasarkan kronologi kejadian, sebelumnya, belasan orang bersenjata api laras panjang, memakai pistol, dan granat telah menyerang lapas. Awalnya mereka mengaku berasal dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dengan cara mengancam sipir penjara, mereka menerobos masuk ke sebuah sel yang dihuni oleh para tahanan pembunuh anggota Kopassus pada hari Selasa, 19 Maret 2013 sebelumnya.

Dalam sel itu, empat tahanan ditembak oleh orang-orang tak dikenal itu antara lain, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait. Salah satu dari korban ini adalah anggota kesatuan Kepolisian Resor Kota Besar Yogyakarta.

Aksi eksekusi keempat tahanan ini hanya berlangsung selama 15 menit. Sementara itu, rekaman CCTV saat kejadian ikut dirusak dan dibawa kabur oleh para tersangka. (RN)

Comment di sini