Penembakan Lapas Sleman, IPW: Indonesia Diteror Pasukan Siluman

by
March 25th, 2013 at 11:54 am

Jakarta (CiriCara.com) – Penembakan tahanan dan penyerangan lapas yang dilakukan oleh belasan orang tak dikenal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sleman menimbulkan berbagai spekulasi.

Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan bahwa penyerangan yang dilakukan oleh orang-orang tak dikenal terhadap empat tahanan Lapas Cebongan dilakukan oleh para pasukan siluman.

Tribunnews

Tribunnews

Seperti dilansir dari Tempo.co, pendapat ini disampaikan sendiri oileh Neta S. Pane sebagai Ketua Presidium IPW.

“Indonesia saat ini dalam bahaya teror pasukan siluman bersenjata api yang setiap saat bisa mencabut nyawa orang-orang tertentu,” kata Neta lewat keterangan tertulis kepada sumber pada hari Minggu, 24 Maret 2013.

Menurut Neta, jika aksi teror seperti itu dibiarkan maka suatu saat nanti pasukan siluman tersebut akan menyerang sendi-sendi kenegaraan termasuk kepentingan Kepala Negara.

Menurut IPW dalam setahun terakhir, ada tiga kasus penyerangan pasukan siluman yang belum terungkap. Pertama adalah penyerangan pasukan yang disebut  sebagai Geng Motor Pita Kuning di Jakarta pada April 2012 lalu.

Penyerangan itu mengakibatkan delapan tempat di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat rusak berat. Geng tersebut membunuh dua orang dan melukai belasan orang lainnya.

Sedangkan persitiwa kedua yang belum terungkap adalah penyerangan yang menewaskan delapan anggota Tentara Nasional Indonesia dan satu orang sipil di Papua, pada 21 Februari 2013. Dan peristiwa terakhir, penyerangan sekelompok orang ke Lapas II-B Cebongan, Sleman, kemarin Sabtu, 23 Maret 2013.

Banyak dugaan bermunculan terkait penyerangan ini, ada yang mengatakan bahwa penyerangan dilakukan oleh kelompok preman atau teroris, namun dugaan ini tentu saja dapat dipatahkan mengingat kedua kubu itu tidak memiliki kepentingan untuk menyerbu LP dan mengeksekusi tersangka pembunuh anggota Kopassus.

Neta berkomentar bahwa penyerangan ke Lapas II-B Cebongan, Sleman merupakan sejarah terburuk dalam sistem keamanan di Indonesia.

Menurut polisi, penyerangan ke Lapas Cebongan itu dilakukan oleh 17 orang namun versi Kementerian Hukum dan HAM jumlah penyerang tidak lebih dari 15 orang.

Karena penyerangan tak terduga itu, empat orang tahanan yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas karena tertembak. Keempat korban yang tertembak adalah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.

Keempatnya adalah tersangka pembunuh anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Surakarta, Sersan Satu Santoso. Mereka membunu Sertu Santoso karena terlibat cekcok di Hugo’s Cafe, Sleman, Yogyakarta pada hari Selasa, 19 Maret 2013 lalu.

Selain menembak empat tahanan dalam Lapas itu, kawanan penyerang menganiaya delapan petugas Lapas memakai senapan laras panjang. Mereka juga sempat merusak dan mengambil kamera CCTV di ruangan Kepala Lapas. (RN)

Comment di sini