Alasan Kenapa Rasyid Rajasa Dihukum Ringan

by
March 26th, 2013 at 3:50 pm

Jakarta (CiriCara.com)Rasyid Rajasa, anak bungsu dari Menteri Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Hatta Rajasa dijatuhi hukuman lima bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan. Adilkah?

Tempo

Tempo

Walau banyak pihak menganggap keputusan ini sangat tidak adil, namun menurut Ketua Majelis Hakim, J Soeharjono, serta hakim anggota Hari Budi dan Djaniko Girsang, ada beberapa alasan yang membuat Rasyid mendapat hukuman ringan.

Alasan tersebut adalah sikap kooperatif Rasyid serta perdamaian dengan pihak keluarga korban.

“Menimbang bahwa di persidangan telah dibacakan surat pernyataan dan surat perdamaian dalam menyelesaikan perkara ini,” ujar hakim anggota Djaniko Girsang dalam persidangan putusan hakim Rasyid Amirullah Rajasa, di Pengadian Negeri Jaktim, Senin 25 Maret 2013 seperti dikutip oleh Tribunnews.com.

Pertimbangan yang diambil oleh majelis hakim termasuk dengan surat pernyataan dan surat perdamaian yang dibuat oleh terdakwa Rasyid Rajasa yang meliputi:

1. Surat pernyataan Enung tanpa tanggal dan bulan januari 2013
2. Surat pernyataan Umianah Istri almarhum Harun
3. Surat pernyataan Supriyati (4/1)
4. Surat pernyataan Frans Jonar Sirait
5. Surat perjanjian perdamaian M. Rasyid Rajasa dan pemberian santunan terhadap Supriyati
6. Surat perjanjian perdamaian dan pemberian santunan terhadap Enung

Djaniko mengatakan bahwa segala sesuatu yang diungkap dalam persidangan itu sudah masuk dalam putusan majelis hakim. Sedangkan menurut anggota hakim, Hari Budi Setiawan, majelis hakim juga mempertimbangkan bahwa tindak pidana itu terjadi bukan karena tindakan terdakwa saja.

“Akan tetapi disebabkan oleh kendaraan Luxio yang ditabrak kendaraan Luxio yang telah dimodifikasi pada posisi tempat duduk belakang yang menujukkan tidak pada posisi standar, sehingga kursi tersebut menyebabkan korban-korban terlempar saat pintu Luxio terbuka ketika ditabrak mobil terdakwa,” jelas Hari.

Selama proses persidangan tersebut sedang berlangsung, menurut Hari, Rasyid selalu berlaku sopan. Terdakwa juga dianggap masih muda serta berstatus sebagai seorang mahasiswa. Hari juga mengatakan bahwa Rasyid dan keluarga sudah meminta maaf terhadap korban dan keluarga korban.

Menurut Hari, pemberian hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa tersebut sangat berkaitan dengan tujuan pemberian pidana yang juga sudah memperhatikan kondisi sosial yang ada dalam masyarakat.

Lalu adakah unsur KKN dalam kasus Rasyid Rajasa ini?

Hakim Ketua, Soeharjono mengatakan bahwa sama sekali tidak ada unsur KKN dalam kasus Rasyid Rajasa.

“Saya tegaskan tidak ada unsur KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) dalam vonis yang akan dibacakan nanti. Majelis hakim menjatuhkan putusan tanpa intervensi apa pun, tanpa uang atau apa pun,” tegas Soeharjono setelah mengetuk vonis terhadap Rasyid di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin 25 Maret 2013 kepada sumber yang sama. (RN)

Comment di sini