CiriCara: Cara Tepat Mengendalikan Marah

by
March 26th, 2013 at 10:50 am

ekspresi marahCiriCara.com – Apakah Anda merasa kesal ketika ada seseorang yang membantah pekataan? Jika iya, maka Anda tergolong orang yang emosian atau cepat marah. Marah merupakan salah satu bentuk luapan emosi seseorang. Marah pada hal-hal kecil mungkin biasa dialami seseorang. Namun, berhati-hatilah jika Anda tak bisa mengontrolnya.

Marah yang tak terkontrol itu bisa makin meledak-ledak dan menjadi awal mula depresi. Untuk mengekspresikan marah yang meledak-ledak, terkadang seseorang berteriak kepada orang di sekitarnya atau membanting barang yang ada di sekitarnya. Ketahuilah bahwa marah yang seperti itu bisa mengganggu kesehatan dan hubungan baik Anda dengan orang lain.

Agar tak seperti itu, Anda harus bisa mengendalikan rasa marah tersebut. Dilansir Huffingtonpost.com, Robert Leahy, Ph.D. memberikan tipsnya untuk Anda:

1. Menarik diri

Anda tak perlu memberikan respons ketika menghadapi hal yang membuat marah. Salah satu cara untuk mengendalikan marah tersebut adalah menarik diri sekitar satu batau dua menit lagi untuk berpikir. Pikirkan konsekuensi-konsekuensi yang harus ditanggung.

2. Usahakan untuk tidak meluapkan secara berlebihan

marah berlebihan

Emosi dalam bentuk marah merupakan hal yang mungkin Anda sendiri yang mengetahuinya. Dalam hal ini, Anda juga yang bisa memutuskan apa yang ingin dilakukan. Misalnya, menahan marah, mengkritik, membanting barang, atau malah berteriak. Namun ketahuilah bahwa marah itu tak harus menunjukkan apa yang dirasa.

3. Mengetahui konsekuensinya

Saat marah itu meledak-ledak dan Anda meluapkannya secara berlebihan, bisa jadi malah menimbulkan permusuhan dengan orang lain. Untuk itu, tanyakan pada diri sendiri mengenai konsekuensi yang Anda dan orang lain tanggung akibat sikap tersebut. Pasalnya, menunjukkan marah itu bisa jadi Anda kehilangan teman, keluarga, atau dicap buruk oleh orang lain.

4. Hindari pemikiran negatif

Marah Adna akan semakin menjadi-jadi jika terus berpikir negatif. Untuk itu, jangan menafsirkan perilaku orang lain sebagai sebuah kesenjangan yang bisa memprovokasi. Selain itu, ketahuilah bahwa melihat ketidaknyamanan merupakan sebuah bencana bagi diri Anda sendiri. Hindari pemikiran negatif jika Anda sedang merasa marah.

5. Mengoreksi diri

Anda perlu mengoreksi diri saat sedang dilanda kemarahan. Periksa dan bertanyalah pada diri sendiri apakah hal-hal tersebut layak membuat Anda marah. Selain itu, sadarlah bahwa usaha yang dijalankan manusia terkadang berjalan tak sesuai dengan harapan. Jika ada yang tak sesuai, maka Anda tak perlu merasa kesal sendiri.

Itulah cara tepat mengendalikan marah. Kemarahan bisa meningkatkan tekanan darah dan memiliki risiko terkena jantung. Untuk itu, Anda harus bisa mengendalikan rasa marah tersebut. Jangan sampai membuat kondisi kesehatan Anda terganggu. (NR)

Comment di sini