Konsep Peradilan Rasyid Rajasa Aneh

by
March 26th, 2013 at 9:22 am

Jakarta (CiriCara.com) – Rasyid Rajasa, anak dari Menteri Koordinator Perekonomian Rakyat, Hatta Rajasa divonis hukuman lima bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan penjara. Selain itu, ia juga harus membayar denda sebesar Rp. 12 juta dengan subsider enam bulan kurungan penjara.

Prosesi persidangan yang digelar kemarin, Senin, 25 Maret 2013 menggunakan konsep restorative justice atas kasus kecelakaan BMW maut yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2013 lalu.

Merdeka

Merdeka

Konsep restorative justice adalah konsep yang digunakan untuk menyelesaikan kasus kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak. Tujuan dari restorative justice adalah agar para anak tidak menghabiskan masa kecilnya di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Menurut aktivis hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Muhammad Isnur, konsep tersebut jarang digunakan untuk kasus-kasus besar yang menyebabkan orang lain meninggal.

“Pasalnya ini kasus besar yang sampai menyebabkan orang meninggal. Terlebih, terdakwa sudah dewasa, 22 tahun,” ujar Isnur kepada Tempo.co, Senin, 25 Maret 2013.

Isnur juga mengatakan konsep tersebut biasanya menekanakan pada unsur hubungan korban dengan pelaku. Jika korban meninggal, maka konsep tersebut tidak lagi bisa dipakai.

Penggunaan konsep restorative justice pada kasus Rasyid yang sudah berumur 22 tahun ini terlihat aneh karena usia korban sudah masuk dalam kategori dewasa.

“Apa ini tidak aneh? Kita perlu lihat ke depannya apakah pengadilan berani menggunakan hal serupa pada kasus lain,” komentar Isnur lagi.

Vonis yang dijatuhkan kepada Rasyid dalam persidangan kemarn lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan delapan bulan penjara dengan masa percobaan 12 bulan dan denda sebesar Rp. 12 juta.

Rasyid Rajasa menjadi terkenal setelah ia menabrak mobil Luxio pada tanggal 1 Januari 2013 lalu. Mobil BMW hitam milik Rasyid bernopol B 272 HR melaju dengan kecepatan 100 km/jam dan menabrak mobil Daihatsu Luxio hitam dengan nomor polisi F 1622 CY yang dikemudikan oleh Frans Sirait.

Karena peristiwa ini, dua orang korban tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka. Korban yang tewas adalah Harun (57) dan balita bernama Raihan (1,5). (RN)

Comment di sini