Internet Mati Beberapa Hari, Smartfren Bisa Kena Sanksi

by
March 27th, 2013 at 11:32 am

ciricara.com-smartfrenJakarta (CiriCara.com) – Ribuan pelanggan layanan data operator CDMA, Smartfren, mengeluhkan matinya jaringan internet dari operator tersebut sejak beberapa hari lalu.

Menanggapi ribuan keluhan yang disampaikan lewat situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ikut turun tangan.

Menkominfo, Tifatul Sembiring, bahkan menanyakan alasan matinya jaringan internet Smartfren tersebut langsung kepada pihak yang bersangkutan.

Dari hasil interogasi Menkominfo, Smartfren beralasan bahwa kabel serat optik yang berada di bawah laut dan jalur darat Sumatera tumbang karena terkena jangkar dan longsor.

Hingga hari ini, Kemenkominfo masih menelusuri alasan kenapa koneksi jaringan internet Smartfen putus. Pihaknya juga masih menunggu laporan resmi dari Smartfren. Apabila terbukti bersalah maka Smartfren bisa dikenakan sanksi dan wajib membayar ganti rugi kepada pelanggan.

“Kominfo memang cukup banyak terima keluhan soal koneksi Smartfren dalam dua hari ini. Kami sedang menelusuri persoalannya dimana dan nunggu laporan resmi dari Smartfren,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, Selasa, 26 Maret 2013 seperti dikutip oleh Detik.com.

Smartfren mengalami masalah internet yang sangat serius sejak kabel serat optiknya terkena jangkar pada 15 Maret 2013 lalu. Akibatnya operator CDMA ini harus memutus koneksi internetnya yang melewati jalur internasional.

Walaupun yang diputus adalah akses internet internasional, namun nyatanya banyak pengguna Smartfren yang masih kesulitan untuk mengakses situs-situs lokal.

Gatot menambahkan jika putusnya koneksi internet itu adalah kesalahan Smartfren seharusnya operator yang bersangkutan bisa segera mengumumkan masalah yang sedang terjadi sehingga tidak meresahkan pelanggan. Pihak Kominfo juga mengatakan tak akan segan memberi teguran terhadap operator itu jika terbukti bersalah.

“Peraturan bawaannya kan ada dua, dilanggar atau dipatuhi. Tidak ada toleransi pembiaran. Jadi kami tetap menunggu laporan resmi dan akan kami cocokkan dengan verifikasi dari berbagai sumber. Kalau Smartfren salah, tidak tertutup kemungkinan kena teguran,” kata Gatot lagi

Kejadian yang menimpa Smartfren ini menurut Gatot mirip dengan kejadian yang dialami oleh Telkomsel beberapa tahun lalu. Saat itu, Telkomsel langsung melakukan recovery dan meminta maaf kepada publik. Saat itu, Telkomsel juga memberikan ganti rugi berupa pemberian bonus kepada para pelanggan operator seluler tersebut.  (RN)

Comment di sini