Selain Smartfren, Telkom Speedy Juga Sempat Mati

by
March 27th, 2013 at 9:16 am

ciricara.com-speedyJakarta (CiriCara.com) – Operator CDMA, Smartfren mengalami gangguan sejak beberapa hari lalu dan menyebabkan jaringan internet operator tersebut mati total.

Akibatnya, tentu saja para pelanggan data dari Smartfren harus rela ‘puasa’ layanan internet selama beberapa hari.

Selain Smartfren, permasalahan yang sama terjadi pada Telkom. Layanan internet dari Telkom Speedy diperkirakan juga telah mengalami ganggauan karena kabel serat optik bawah laut terputus.

Seperti diberitakan oleh Kompas.com, untuk menghindari gangguan itu, kedua perusahaan telekomunikasi tersebut menggunakan rute telekomunikasi alternatif.

Hingga saat ini, Telkom belum mengetahui penyebab pasti putusnya kabel tersebut namun diperkirakan kabel bawah laut yang terputus itu terjadi karena jangkar kapal yang menimpanya.

Berdasarkan keterangan dari Slamet Riyadi selaku Head of Corporate Communications & Affair Telkom, kabel yang terputus adalah kabel Jasuka (jaringan fiber Telkom) dengan ruas Batam-Pontianak dan ruas Batam-Bangka.

Kemarin, Selasa 26 Maret 2013, rusaknya kabel tersebut sudah berhasil ditanggulangi. Perbaikan terhadap kabel bawah laut tersebut memakan waktu beberapa hari karena Telkom harus menyewa kapal khusus untuk memperbaikinya.

Tidak hanya itu, kabel Jasuka Telkom juga terputus di ruas Jakarta-Tanjung Pandan. Perbaikan pada kabel tersebut akan selesai pada akhir Maret 2013.

Putusnya kabel ini sempat menganggu layanan internet Speedy terutama bila digunakan untuk mengakses website luar negeri. Agar layanan internet lebih tak terganngu, Telkom menggunakan rute jaringan alternatif lewat jalur darat Trans Sumatera yang terdiri atas dua jalur. Selain itu, Telkom juga masih memiliki jalur alternatif agar tetap bisa terhubung ke Singapura dan beberapa negara lainnya.

Sedangkan permasalahan yang lebih parah dialami oleh operator CDMA, Smartfren. Sistem kabel bawah laut yang digunakan oleh operator dengan jargon ‘I Hate Slow‘ itu terputus di antara Pulau Bangka dan Batam karena terkena jangkar kapal pada 15 Maret 2013.

Smartfren lalu memakai jalur darat Trans Sumatera di bagian barat dan timur namun jalur barat Trans Sumatera ikut terputus karena longsor di sekitar Palembang. Kemudian pada tanggal 17 Maret 2013, jalur timur Sumatera ikut terputus sehingga internet tidak bisa diakses sama sekali.

Kemudian untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak Smartfren menyewa jaringan kabel bawah laut dari Matrix Submarine yang bisa digunakan untuk menambah kapasitas internet. Namun lagi-lagi pada tanggl 23 Maret 2013, kabel serat optik Matrix Submarine juga terputus.

Untuk mengetahui peyebab yang pasti, Gatot S Dewa Broto selaku Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan bahwa pihaknya masih menanti kabar pasti penyebab gangguan internet kedua perusahaan telekomunikasi itu.

Nantinya, bila kesalahan terjadi pada operator penyedia layanan internet maka mereka wajib memberi ganti rugi kepada pelanggan. Namun jika masalah tidak berasal dari operator telekomunikasi maka mereka tidak diharuskan memberi ganti rugi. (RN)

Comment di sini