Gadis Ini Selenggarakan Pemakaman Meski Masih Hidup

by
April 4th, 2013 at 9:34 am

Wuhan (CiriCara.com) – Seorang gadis China yang bernama Zeng Jia memiliki ide aneh yang mungkin belum pernah dilakukan oleh anak perempuan seusianya. Gadis remaja berusia 22 tahun ini memiliki ide untuk membuat upacara pemakaman bagi dirinya sendiri selagi masih hidup.

CEN

CEN

Pemikiran yang melandasi ide aneh tersebut ialah karena Zeng Jia menyadari bahwa banyak orang menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mengatur sebuah upacara pemakaman ketika orang terkasih meninggal, sedangkan orang yang meninggal itu tidak lagi dapat berterima kasih, menghargai dan mengambil bagian dalam persiapan upacara pemakaman tersebut.

Karena Zeng Jia tidak ingin hal itu terjadi pada dirinya, dia mengejutkan para anggota keluarga, kerabat dan teman-temannya dengan memberikan undangan untuk hadir pada upacara pemakaman bagi dirinya selagi dia masih hidup, sehingga dirinya dapat ikut berpartisipasi dalam persiapan tersebut.

Meski orang-orang terdekat itu merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Zeng Jia, sebagian dari mereka yang dikasih undangan, tetap datang ke acara pemakaman tersebut.

CEN

CEN

Zeng Jia rela menggunakan seluruh uang tabungannya untuk menyelenggarakan upacara pemakaman lengkap dengan dekorasi yang ‘wah’. Mulai dari peti mati, dekorasi bunga, foto dirinya, hiasan burung origami, serta dokumentasi yang lengkap.

Orang-orang yang yang hadir berpura-pura menjadi pelayat dalam upacara pemakaman itu, tetap harus menunjukkan muka sedih dan menundukkan kepala mereka sebagai tanda berduka.

Pada kesempatan itu, mereka betul-betul melihat bagaimana Zeng Jia berbaring di dalam peti mati yang sudah dihiasi dengan berbagai jenis bunga warna-warni.

CEN

CEN

Selain itu, para pelayat yang hadir dalam upacara pemakaman itu juga harus mengelilingi peti tempat Zeng Jia berbaring untuk memberikan penghormatan terakhir padanya.

Kurang lebih upacara pemakaman palsu itu berlangsung selama 1 jam. Dan setelah itu, Zeng Jia lompat keluar dari peti matinya, dan memberikan pidato singkat yang berisi ucapan terima kasih bagi seluruh pelayat yang sudah bersedia berpura-pura berduka dalam upacara pemakaman tersebut.

Uniknya, upacara pemakaman palsu ini juga dilakukan oleh salah seorang profesor Taiwan untuk memberikan terapi bagi penderita stres berat dan penyakit psikis lainnya. Karena dipercaya bahwa orang yang telah berbaring dalam peti mati bisa memiliki pandangan yang berbeda terhadap hidupnya.

Benarkah cara seperti itu bisa membantu? (yk)

Oddity Central

Comment di sini