4 Dampak Negatif Dot Bagi Anak

by
April 5th, 2013 at 2:01 pm

dot bayiCiriCara.com – Memberikan anak dot yang berisi air putih atau susu terkadang menjadi pilihan si ibu saat dirinya tidak bisa memberikan ASI langsung untuk si anak. Bentuk dot yang mungil dan mudah dipegang serta berstruktur karet isapan ini membantu anak memudahkan saat meminum susu.

Untuk itu, banyak para ibu yang memilih menggunakan dot daripada harus menggunakan sendok atau cangkir. Dilansir dari Female.Kompas.com, Inna Banani dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIM) mengatakan bahwa pemberian ASI perah (ASIP) melalui dot sebaiknya tidak dilakukan.

Kenapa? Memberikan ASIP kepada si anak ternyata bisa memberikan efek buruk. Apa saja efek negatif tersebut? Berikut dampak negatif memberikan dot untuk anak:

1. Menjadi tak mengetahui cara meminum ASI

Bentuk dot memang dibuat menyerupai puting yang akan membuat si anak lebih terbiasa dan suka meminum dot dibandingkan puting payudara ibu. Dot memiliki cara kerja yang memudahkan anak untuk mendapatkan susu tanpa perlu mengisap atau menyedot karetnya. Sementara payudara tidak akan mengeluarkan ASI ketika tak ada rangsangan dari mulut bayi yang berupa isapan.

Untuk itu bayi harus berjuang dan berusha untuk mendapatkan ASI dari payudara ibunya sehingga menyebabkan mereka selalu berkeringat saat sedang menyusu. Namun ketahuilah bahwa anak yang dibiasakan untuk meminum susu menggunakan dot lama-kelamaan jadi tak tahu cara meminum susu dari puting payudara si ibu.

botol susu untuk anak

2. Membahayakan organ tubuh anak

Dot memiliki risiko tumpah ketika si anak sudah kenyang namun tetap dipaksa minum. Selain itu, dot juga bisa tumpah jika si anak tertidur sambil mengedot. Tumpahan ASIP dari dot akan mengalir ke arah pipi, hidung, hingga telinga. Hal tersebut bisa membahayakan si anak. Jika masuk ke dalam organ tersebut, maka bisa menyebabkan si anak mengalami infeksi saluran pernapasan dan radang telinga.

3. Memperlambat kemampuan berbicara

Saat si anak menyusu dari puting payudara si ibu, mereka akan berusaha untuk mendapatkan susu sehingga rongga mulutnya berkontraksi dan bergerak. Hal tersebut akan mempengaruhi kemampuan otot motorik di rahangnya sehingga melatih kemampuan bicaranya. Sementara bayi yang terbiasa diberikan dot rahangnya akan sedikit kaku karena mereka tak menggerakkan mulutnya. Selain itu, kemampuan bicara si anak juga akan jadi lambat.

4. Gigi menjadi bermasalah

Penggunaan dot dalam jangka panjang akan membuat struktur gigi si anak jadi tak normal karena harus menggigit dan menahan dot agar tak jatuh. permasalahan gigi yang akan dialami si anak jika dibiasakan menggunakan dot, seperti rahang atas yang terlalu maju atau rahang bawah yang terlalu mundur.

Itulah dampak buruk memberikan dot untuk anak. Sebagai ibu yan baik, sebaiknya Anda harus memberikan ASI langsung saja untuk si anak. Hal tersebut tentunya untuk menjaga kesehatan si anak. Selain itu, dengan memberikan ASI untuk anak, sang ibu juga akan mendapatkan beberapa keuntungan. (NR)

Comment di sini