Asal Usul Eyang Subur Sebelum Terkenal

by

Jombang (CiriCara.com)Siapakah sebenarnya Eyang Subur? Mengapa ia bisa mempengaruhi sederet artis Indonesia dan berbagai orang dari latar belakang berbeda untuk menjadi muridnya?

Eyang Subur sebelum tinggal di Jakarta dan menjadi terkenal adalah warga Jombang. Seperti diberitakan oleh Detik.com, pria yang mendadak terkenal lantaran pengaduan Adi Bing Slamet tersebut dikenal sebagai penjahit pakaian kala itu.

Tempo

Tempo

Subur lahir di Kampung Tugu Kepatihan, Gang IV, Kota Jombang. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Walaupun menurut pemberitaan media, Subur sudah memiliki banyak harta, nyatanya, kondisi keluarganya tergolong kurang mampu.

Setelah menamatkan pendidikan di SMK Ekonomi, Jombang, Jawa Timur, pria itu lalu membuka usaha jahit pakaian di rumahnya yang kecil. Ia menjahit pakaian pesanan setiap hari dan upahnya dipakai untuk biaya hidup keluarga karena kedua orangtuanya tidak mempunyai penghasilan tetap.

Subur yang memiliki dua orang adik kecil, Sutik (62) dan Sutikah (59) itu harus bekerja keras menghidupi keluarganya. Namun sayang, penghasilan sebagai tukang jahit tidak cukup untuk membiayai hidup keluarga Subur.

Akhirnya Subur merantau ke Jakarta pada tahun 1970 an. Menurut Sutik, kakaknya itu berangkat ke Jakarta dengan menggunakan kereta.

“Cak Subur waktu itu naik kereta ke Jakarta. Keluarga sedih saat ditinggalnya. Saya ingat betul waktu itu,” kata Sutik kepada sumber, Detik.com, Jumat 5 April 2013.

Di Jakarta, Subur lalu menyewa rumah kecil sebagai tempat tinggal dan usaha jahitnya. Karena hasil jahitan Subur bagus maka namanya cepat terkenal. Kabarnya, sejumlah artis dan pejabat juga meminta jasa Subur untuk menjahit pakaian.

Meski begitu, adik kandung Subur itu tidak mengerti bagaimana kakaknya sekarang bisa dikenal sebagai paranormal dengan klien para artis. Namun Sutik mengatakan bahwa ada kejadian mistis yang dialami kakaknya itu.

Eyang Subur menjadi pembahasan di berbagai media karena mantan muridnya, Adi Bing Slamet mengumbar segala keburukan yang telah dilakukan sang Eyang kepada media. Tidak hanya Adi yang menjadi korban karena ternyata, ada beberapa orang artis dan orang lain yang turut menjadi korban ajaran sang Eyang. (RN)


comments powered by Disqus