Wanita Disarankan Tidak Menikah Muda, Kenapa?

by
April 8th, 2013 at 10:31 am

menikah mudaCiriCara.com – Berapa usia yang paling tepat bagi wanita untuk menikah? Ada yang berkata 25 tahun, bahkan 23 tahun. Kathleen Gerson, seorang profesor sosiologi dari New York University, mengungkapkan saat ini wanita rata-rata menikah pada usia 27 tahun.

Menurutnya, usia rata-rata ini meningkat terus selama beberapa dekade terakhir karena para wanita dari generasi ke generasi berkesimpulan bahwa mereka harus menemukan identitas dan mandiri terlebih dahulu sebelum membuat komitmen untuk menikah.

Dari riset yang ia lakukan, Kathleen mendapati bahwa banyak wanita muda dari beragam latar belakang yang secara konsisten setuju bahwa “kamu harus tahu siapa dirimu dahulu” sebelum siap memilih pasangan seumur hidup. Para wanita yang menjadi responden riset Kathleen adalah mereka yang pertama lulus kuliah dari suatu keluarga.

Para wanita muda ini mengatakan mereka ingin merasa stabil dulu sehingga mereka tidak menikah muda.

Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa para wanita yang menunda pernikahan hingga merasa sepenuhnya matang lebih jarang menghadapi kasus perceraian, lebih berpeluang mendapatkan stabilitas ekonomi bagi diri mereka sendiri serta bagi anak-anaknya. Selain itu, mereka juga lebih mampu mengekspresikan kepuasan dengan komitmen terhadap keluarga dan kerja.

Menikah di usia muda memang merupakan pilihan yang sulit, namun cenderung populer di beberapa kalangan wanita muda. Lovelyish melansir beberapa alasan mengapa menikah muda bukanlah pilihan yang tepat.

1. Masalah keuangan

Keuangan menjadi masalah yang pelik dalam suatu keluarga. Kehidupan keuangan ketika masih lajang dan sesudah menikah pastinya berbeda. Jika Anda merasa keuangan belum stabil, lebih baik tidak menikah muda karena konsekuensi yang datang setelah menikah bisa tidak terbayangkan beratnya. Selain itu, Anda harus memastikan bahwa Anda bisa mengelola keuangan keluarga dengan penuh tanggung jawab.

2. Tanggung jawab

Berkomitmen untuk menikah adalah soal tanggung jawab. Tanyakan pada diri Anda, apakah sudah mampu bertanggung jawab sepenuhnya pada diri sendiri dan calon pasangan hidup? Ya, tidak hanya bertanggung jawab pada diri sendiri karena dengan menikah, itu artinya beban hidup Anda juga bertambah.

3. Kenali pasangan

Sudah kenal pasangan yang akan Anda jadikan pendamping hidup? Mengenali pasangan sebelum menikah sangatlah penting. Masa pacaran yang cukup bisa dijadikan sarana untuk mengulik segala sesuatu tentang dirinya. Jangan sampai baru mendapati perilakunya yang tak mengenakkan hati setelah menikah.

Sebelum menikah, lebih baik Anda memikirkan segala sesuatunya dengan matang terlebih dahulu. Berkonsultasi dengan pakar keluarga dan pernikahan bisa menjadi pilihan bagi Anda yang sedang bimbang menentukan apakah akan menikah muda atau menunda pernikahan hingga merasa lebih matang.

(hp)

Comment di sini