WeChat akan Kenakan Tarif Chatting?

by
April 8th, 2013 at 11:39 am

wechat-money-315x229CiriCara.com – Persaingan aplikasi berkirim pesan antar smartphone kian ketat. Kini ada beberapa yang sudah memiliki pengguna setia sebanyak puluhan juta bahkan ratusan juta. Sebut saja nama seperti, WhatsApp, Line, WeChat, KakaoTalk, dan sebagainya.

Salah satu aplikasi chatting yang paling banyak penggunanya adalah WeChat, aplikasi besutan Tencent, produsen teknologi asal China ini telah digunakan lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia, termasuk di Tanah Air.

Namun seiring popularitas yang semakin menanjak, badai gosip mulai mendera. Rumor yang beredar di negeri asal aplikasi ini menyatakan bahwa aplikasi WeChat ini tidak dapat lagi dinikmati secara gratis. Hal ini tentu saja mengejutkan jutaan penggunanya. dilansir detikINET, menurut survei yang telah dilakukan oleh ZDnet, sebesar 90% pengguna WeChat menolak kebijakan tersebut dan mengancam akan berhenti menggunakannya.

Bila hal ini diterapkan, pengguna WeChat dipaksa membayar dua kali yakni layanan data operator dan tarif WeChat. Tentunya hal ini tidaklah menguntungkan bagi kedua belah pihak di mana pengguna setia WeChat dapat beralih ke aplikasi messenger lain seperti Weibo dan Mi Chat yang masih gratis.

Mio Wei, Menteri Industri dan Teknologi Informasi China, menyatakan bahwa permasalahan ini akan dikaji lebih jauh dan meminta penyedia layanan seluler lokal untuk menyiapkan penawaran bisnis aplikasi WeChat. Namun hal ini ditolak oleh banyak pihak, walau pemerintah sudah menegaskan agar tarif yang dipasang tidak boleh terlalu tinggi.

China Mobile, China Unicom, dan China Telceom, operator lokal China juga tidak diizinkan menentukan tarif sendiri di luar yang sudah disepakati. Disinyalir, permintaan operator untuk mengenakan tarif untuk WeChat disebabkan konsumsi bandwidth yang digunakan pengguna WeChat di seluruh China mulai mengganggu kelancaran jalur internet.

Sedangkan pihak Tecent pun tidak keberatan jika harus bekerjasama dengan operator seluler lokal namun tentunya dengan syarat-syarat tertentu seperti masalah pembagian keuntungan, dan sebagainya. China Unicom pun tampaknya sedang menyiapkan model kerjasama WeChat dengan konsep yang saling menguntungkan.

Namun di atas ini semua, hingga kini aplikasi WeChat dijamin masih gratis seperti yang diutarakan juru bicara perwakilan WeChat. Melihat hal ini, maka kemungkinan pihak Tencent memprediksi akan kehilangan penggunanya, sehingga mengambil jalan tengah dengan bernegosiasi masah tarif kepada operator-operator terkait.

Di Indonesia, Tencent, bekerjasama dengan MNC Group membuat perusahaan bernama PT.MNC Tencent guna mengembangkan aplikasi-aplikasi di Tanah Air, termasuk WeChat. Dengan pengguna di Indonesia semakin bertambah, perusahaan ini memproyeksikan bahwa dalam waktu singkat 70% pengguna smartphone akan menggunakan WeChat untuk keperluan messenger-nya.

Namun bila nantinya layanan chatting WeChat ini berbayar apakah mungkin dapat bersaing dengan aplikasi lainnya yang bisa dibilang sama bagusnya atau bahkan lebih bagus dan gratis seperti KakaoTalk, Line, dan WhatsApp? Kita tunggu saja berita selanjutnya. (LH)

 detikINET

Comment di sini