Daftar Kejanggalan dalam Kecelakaan Lion Air di Bali

by
April 15th, 2013 at 11:52 am

Denpasar (CiriCara.com) – Kecelakaan yang menimpa salah satu pesawat dari maskapai penerbangan Lion Air pada hari Sabtu, 13 April 2013 kemarin meninggalkan sejumlah kejanggalan.

Oleh karena itu hingga Senin ini, 15 April 2013, pihak Lion Air belum mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Lion Air Boeing 737 800 NG tersebut. Banyak pihak yang memperkirakan bahwa pesawat tersebut jatuh ke dalam laut karena roda pesawat tidak bisa keluar, ada pula yang mengatakan bahwa kesalahan utama ada pada diri pilot.

Detik

Detik

Dari berbagai spekulasi yang muncul tersebut, bisa disimpulkan bahwa kasus kecelakaan yang menimpa pesawat milik Lion Air ini masih simpang siur. Beberapa kejanggalan pun terdaftar di dalamnya, apa saja?

Berikut ini daftar kejanggalan dari kasus kecelakaan pesawat dari maskapai penerbangan Lion Air seperti yang dibuat oleh Merdeka.com.

1. Pesawat Lion Air masih sangat baru

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 904 tersebut masih baru. Pesawat yang rencananya mendarat di laut dekat dengan Bandara Ngurah Rai Bali pada pukul 15.00 WITA tersebut baru dua minggu digunakan terbang oleh Lion Air.

“Ini adalah pesawat baru, bukan bekas. Pesawat ini kami terima langsung dari pabriknya, yaitu Boeing Company di Amerika Serikat (AS) pada bulan Maret 2013,” kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait pada hari Sabtu, 13 April 2013 kepada sumber yang sama.

Setelah dilakukan serah terima dengan Lion Air, pesawat tersebut lalu dioperasikan pada tanggal 28 Maret 2013 lampau. Pesawat itu sebelumnya dibeli dengan harga USD 80 juta ke atas. Pesawat dengan kapasistas penumpang 180 orang tersebut telah dicek ulang secara keseluruhan sebelum dioperasikan.

2. Pilot berpengalaman dan sehat

Jika spekulasi mengarah kepada pilot, maka bisa dipastikan bahwa kondisi pilot penerbang pesawat Lion Air yang jatuh tersebut dalam kondisi sehat. Selain itu, sang pilot yang bernama M Gazali juga sudah berpengalaman dalam membawa pesawat terbang.

“Pilot kondisinya sehat. Sebelum terbang juga sehat. Dia baru terbang tiga kali landing hari ini. Dia juga sudah mengantongi lebih dari 10 ribu jam terbang,” ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait seperti dikutip oleh sumber yang sama.

Reuters

Reuters

3. Cuaca di sekitar Bandara Ngurah Rai dalam kondisi bersahabat

Walau saat melakukan pendaratan, di sekitar bandara dalam kondisi gerimis dan mendung namun hal itu tidak mengganggu jalannya pesawat dan cukup aman bila dipandang dari segi penerbangan.

Jika cuaca dalam kondisi buruk dan rawan untuk penerbangan maka bandara atau pihak ATC akan menutup pendaratan di Bandara Ngurah Rai.

4. Pilot tidak mengumumkan landing pesawat

Jika pesawat akan mendarat atau landing, pilot akan mengumunkan kepada penumpang agar mereka memasang sabuk pengaman. Tetapi berdasarkan keterangan dari seorang penumpang dalam pesawat itu, tidak ada pengumuman bahwa pesawat akan landing.

5. Pilot tidak berkomunikasi dengan ATC

Sebelum tercebur ke dalam laut, pilot tidak memberi informasi kepada pihak Air Traffic Controller (ATC) Bandara Ngurah Rai di Bali bahwa pesawat akan segera mendarat. Pesawat tersebut tiba-tiba saja dengan naas mendarat ke laut.

6. Ban pesawat tidak terbuka

Lion Air diduga mendarat di laut karena ban tidak terbuka saat akan landing. Oleh karena itu, kemungkinan besar pilot mendaratkan pesawat di laut untuk menghindari kecelakaan yang lebih parah. Beruntung saja, dalam kecelakaan itu tidak ada korban jiwa yang jatuh (RN)

Comment di sini