Kecelakaan Lion Air, Pilot Akui Pesawatnya Terseret Angin

by
April 15th, 2013 at 3:45 pm

Jakarta (CiriCara.com)Kecelakaan pesawat Lion Air yang terjadi pada hari Sabtu, 13 April 2013 kemarin di laut dekat dengan Bandara Ngurah Rai  masih dalam penyelidikan.

Dari penyelidikan yang dilakukan, beragam spekulasi muncul. Ada banyak kejanggalan yang ditemukan dalam kasus kecelakaan pesawat Lion Air tersebut. Inilah yang menyebabkan penyelidikan tentang penyebab utama kecelakaan pesawat tersebut masih terus dilanjutkan hingga saat ini.

Tempo

Tempo

Namun, seperti diberitakan oleh Detik.com, pilot Lion Air dengan nomor penerbangan JT 904 tersebut mengaku bahwa pesawatnya seperti diseret angin saat akan mendaratkan pesawat di Bandara Ngurah Rai. Pilot pesawat tersebut telah berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan pesawat namun akhirnya gagal.

Menurut pemberitaan Reuters, Komisi Nasional Keselamatan Terbang (KNKT) masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat terbang tersebut dengan bantuan penyidik dari Amerika Serikat dan juga pihak Boeing.

Dugaan awal berdasar pada keterangan saksi mata dan laporan kondisi cuaca. Kemudian penyelidikan dikhususkan pada pergerakan angin dan keberadaan badai awan yang dikenal dengan istilah microburst’. Namun walau tergolong langka, hembusan angin kencang yang tidak bisa diprediksi memang bisa membuat pesawat oleng.

“Jika Anda mengalami downdraft dengan kekuatan melebih kemampuan pesawat, bahkan ketika Anda berusaha untuk mengendalikan pesawat sekeras apapun, Anda tetap akan terseret ke bawah dan tidak bisa menanjak naik,” jelas pengamat penerbangan Hugh Dibley, yang merupakan mantan kapten British Airways kepada sumber yang sama.

Namun sampai saat ini identitas pilot serta kopilot memang masih dirahasiakan. Namun berdasarkan keterangan sumber berita, sang pilot sudah memiliki lisensi instruktur penerbangan dengan 15 ribu jam terbang, sedangkan ko-pilot berkewarganegaraan India dan memiliki pengalaman 2 ribu jam terbang.

Dari sumber yang sama dijelaskan juga bahwa pesawa jatuh ke laut ketika mencapai ketinggian 400 dan 200 kaki. Ketika akan mendarat ke Bandara Ngurah Rai, kondisi di sekitar bandara hujan deras dan jarak pandang sangat terbatas.

Karena jarak pandang terbatas maka pilot kesulitan untuk mencari runway dan lampu penanda runway dan akhirnya pilot membatalkan pendaratan dan terbang berputar.

Tetapi berdasarkan keterangan dari sumber yang sama, pilot mengaku kesulitan untuk menaikkan pesawat bertipe Boeing 737-800 tersebut dan akhirnya tersungkur ke bawah. Ketingginan pesawat yang hanya 200 kaki membuat awak pesawat tidak bisa memberi peringatan kepada penumpang. (RN)

Comment di sini