Ahok Juga Setuju Jika Ujian Nasional Dihapuskan

by
April 18th, 2013 at 11:18 am

Jakarta (CiriCara.com) – Kisruh Ujian Nasional seakan hanya sebagai isu temporer yang sedang hangat diperbincangkan manakala sebagian besar siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) menghadapi tes kelulusan tersebut pada pekan ini.

Banyak pro dan kontra bermunculan terkait pengadaan Ujian Nasional 2013 ini. Beberapa tokoh penting bermunculan menyerukan pendapat mereka untuk menolak eksistensi Ujian Nasional. Setelah anggota DPR, kini Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga mengaku setuju jika UN dihapuskan.

Dilansir dari Detik.com, menurut Ahok, kesuksesan seorang murid tidak bisa dinilai dari hasil UN.

Tempo

Tempo

“Itu kan mau saya pribadi. Saya pikir kalau kunci kesuksesan murid itu bukan ditentukan oleh ujian tapi dari gurunya,” kata Ahok di balai kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu 17 April 2013 seperti dikutip oleh sumber berita.

Ahok juga berpendapat bahwa hingga hari ini kompetensi guru di Indonesia memang bermasalah sehingga banyak pihak sekolah yang harus membayar orang luar untuk menambah bimbingan belajar. Ia juga meragukan kemampuan guru yang dikhususkan untuk mengajar salah satu bidang pendidikan.

Ahok berpendapat bahwa untuk menguji kompetensi siswa, pemerintah sebaiknya melakukan ujian di setiap sekolah sehingga masyarakat bisa menilainya.

“Makanya kalau pake UN juga bagus karena 60% dari kelulusan dari nilai itu kan? Berarti UN menjadi tiket untuk ke perguruan negeri. Berani tidak? Tidak berani juga. Berarti tambah biaya kan kalo Anda lulus tapi harus tes lagi masuk PTN? Harusnya yang nilai tertinggi masuk,” katanya lagi.

Selain itu ayah dari tiga anak itu juga menyayangkan pembatalan UN 2013 untuk SMA di 11 provinsi. Baginya, hal tersebut adalah salah satu kekurangan terburuk yang bisa ditemukan dalam UN tahun ini.

Oleh karena itu Ahok berharap agar sistem kelulusan siswa sekolah bisa diperbaiki. Walau mengkritik sistem UN namun Ahok memuji sistem pembagian soal dalam satu kelas yang sudah menggunakan sistem barcode dan soal yang berbeda-beda. Ia berharap agar untuk selanjutnya UN juga bisa digunakan sebagai tiket untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). (RN)