FBI Sudah Menangkap Pelaku Ledakan Bom Boston?

by
April 18th, 2013 at 10:29 am

Jakarta (CiriCara.com) – Pelaku ledakan bom di acara lomba lari maraton di Boston masih menjadi misteri. Meskipun beberapa kantor berita di Amerika Serikat seperti CNN, Fox, dan Associated Press sempat mengumumkan bahwa pelaku sudah tertangkap namun agen federal Amerika, FBI, membantah kabar tersebut.

Newyorkers

Newyorkers

Diberitakan oleh Detik.com berdasarkan pemberitaan dari ABC News, FBI mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada satupun tersangka yang ditahan terkait dengan persitiwa ledakan bom di Boston ini. Karena pernyataan FBI tersebut, ketiga media raksasa tersebut menarik beritanya.

Selain itu, FBI juga menunda jadwal konferensi pers untuk memberi keterangan tentang peristiwa tersebut, meskipun FBI menyatakan sudah mengetahui pelaku pengeboman di sekitar area garis finish dalam lomba lari Boston itu. Namun, FBI sudah bisa mengidentifikasi seseorang yang dicurigai sebagai pelaku.

Selain mengaku sudah mengetahui identitas pelaku, FBI juga sudah merilis foto logam yang diduga sebagai bagian dari bom yang telah hancur. Logam tersebut juga merupakan bagian dari panci bertekanan. Barang-barang tersebut diduga sebagai peralatan dan bahan peledak pengeboman.

Menurut penyelidikan dari Richard Deslauriers sebagai agen khusis dari FBI, panci yang diisi dengan bahan peledak yang dirakit oleh pelaku tersebut mampu menambah daya ledak bom yang diketahui berukuran kecil.

Sedangkan untuk menambah efek melukai bagi para korban, ada sejumlah benda tajam tambahan seperti paku, gotri, dan potongan logam lainnya. Jika meledak maka benda-benda tersebut bisa menembus dan mengoyak daging manusia dalam tekanan yang besar. Untuk memicu ledakan, pelaku menambahkan bubuk mesiu di dalamnya.

Sebelumnya sempat beredar rumor bahwa pelaku peledakan bom di Boston tersebut adalah seorang pria berkewarganegaraan Arab Saudi. Tuduhan tersebut disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan setelah bom meledak pada Selasa, 16 April 2013 waktu Amerika Serikat. (RN)

Comment di sini