Desa Terpencil Dihuni Lebih dari 100 Pasang Anak Kembar

by
April 22nd, 2013 at 4:15 pm

Mohammedpur Umari (CiriCara.com) – Sebuah desa terpencil di bagian utara India membuat para ahli bertanya-tanya setelah ditemukan fakta bahwa lebih dari 100 pasang anak kembar lahir di desa itu.

Para peneliti mendapati desa Mohammedpur Umari sangat tidak umum karena dihuni oleh setidaknya 100 pasang anak kembar identik selama 50 tahun terakhir.

Mohammedpur Umari adalah desa berpenduduk kira-kira 6.000 jiwa. Tidak ada fasilitas umum seperti jalan, sekolah, dan rumah sakit di desa yang masuk daerah Uttar Pradesh ini.

Newly born twins baby of Ibne Saud at Mohammadpur Umri Village of Allahabad

Para penduduk desa yakin seandainya ada rumah sakit, akan ada lebih dari 200 pasang anak kembar di desa yang berada di kawasan Dhumangaj distrik Allahabad tersebut.

Mohammed Asif salah seorang warga desa yang saudara kembarnya tinggal di New Delhi mengatakan,”Mohammedpur Umari berpopulasi 6.000 jiwa tapi tak ada rumah sakit atau sekolah.

“Beberapa orang masih tinggal, namun kebanyakan penduduk desa pindah ke Delhi atau Mumbai demi mencari mata pencaharian.”

kembar2

Mohammed Atishan, penduduk desa lain yang punya saudara kembar mengungkapkan banyak orang bingung karena melihat banyak orang kembar.

“Mereka bisa tahu perbedaannya ketika kami sudah berusia lebih dari 15 tahun.

“Tapi kami sangat identik saat kami masih kecil. Masalahnya, banyak orang luar yang mengolok-olok kami dan mengatakan kami tinggal di desa yang aneh.”

Ada dugaan fenomena anak kembar di desa Mohammedpur Umari terkait dengan gaya hidup dan lingkungan penduduk setempat ketimbang karena pengaruh genetis.

kembar3

“Orangtua kami mengatakan tren ini sudah dimulai sejak sekitar 90 tahun yang lalu. Sebelumnya, ada tiga atau empat pasang anak kembar.

“Namun dalam perkembangannya, lebih banyak anak kembar identik yang lahir. Tapi dalam 50 tahun terakhir, fenomena ini menjadi rutinitas,” ungkap Rauf Alam, pria berusia 70 tahun yang juga merupakan anggota perangkat desa.

Mohammed Asif mengungkapkan banyak ahli dari seluruh dunia yang mengunjungi desa dan mengambil sampel darah tapi mereka tidak kembali untuk membagikan penemuannya dengan mereka.

“Namun, suatu tim biolog seluler dan molekuler dari Hyderabad memberi tahu kami bahwa beberapa tahun yang lalu mungkin penyebab semua ini adalah mineral dalam air tanah yang kami konsumsi, atau pestisida dan insektisida yang kami gunakan pada lahan pertanian,” imbuhnya.

(hp)

Daily Mail

Simak berita unik lainnya di sini.

Comment di sini