Demo Buruh Besok, Ini Jalur Alternatif Sekitar Jakarta

by
April 30th, 2013 at 2:12 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Demo buruh diperkirakan akan mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional yang akan jatuh esok hari, 1 Mei 2013. Pihak kepolisian Jabodetabek sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di lalu lintas Jakarta esok hari termasuk kemacetan lalu lintas.

Seperti diberitakan oleh Detik.com, polisi sudah memastikan ada empat titik konsentrasi unjuk rasa di Jakarta. Oleh karena itu pihak kepolisian akan mengalihkan arus lalu lintas di sekitarnya yaitu dari Istana Merdeka dan Monas serta Bundaran HI dan Gedung DPR.

Suara Pembaruan

Suara Pembaruan

“Pusat konsentrasi ada di Bundaran HI, Istana, Monas dan DPR/MPR. Objek lain yaitu balaikota, Kantor Menakertrans, Kantor Menkes dan Kantor Meneg BUMN,” ungkap Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sambodo Purnomo, di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin 29 April 2013 seperi dikutip oleh sumber berita yang sama.

Sementara itu, polisi juga akan menutup beberapa arus ke titik-titik tersebut. Oleh karena itu akibat penutupan yang dilakukan, kendaraan tidak boleh menuju ke Bundaran HI dari arah Dukuh Atas. Lalu lintas akan dialihkan ke landmark Jl. Galunggung.

Sedankan di pertigaan Wisma Dharmala, kendaraan akan dialihkan ke Jl. KH. Mas Mansyur menuju pemakaman Karet Bivak. Kendaraan tidak boleh berbelok ke kiri menuju ke Bundaran HI setelah sampai di pertigaan Taman Menteng (Jl. Cokroaminoto). Oleh karena itu kendaraan akan dibelokkan ke kanan menuju Jl. Imam Bonjol atau Taman Suropati.

Sedangkan ruas menuju Gedung DPR juga akan dialihkan di Jalan Gatot Subroto atau di pertigaan JCC dan kendaraan akan dialihkan menuju Jl Pemuda. Sementara dari arah Hotel Mulia, kendaraan tidak boleh lewat Jl. Pemuda namun akan ditarik lurus menuju arah Jl Lapangan Tembak.

Kendaraan dari arah Harmoni tidak boleh berjalan lurus menuju Istana karena kendaraan akan dibelokkan ke arah Jl. Suryopranoto dan Jl. Veteran. Sedangkan Jl. Veteran 3 yang membelah Istana Negara dan Mahkamah Agung akan ditutup.

Namun pengaluhan arus lalu lintas ini masih bersifat situasional karena penutupan baru benar-benar dilakukan apabila jumlah massa buruh membludak. (RN)