Kecelakaan Uje Bukan Karena Mengantuk dan Ngebut

by
April 30th, 2013 at 11:32 am

Jakarta (CiriCara.com) – Sudah beberapa hari ini almarhum Ustadz Jefri atau Uje meninggal dunia akibat kecelakaan motor di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan namun publik terlanjur sudah mendapat informasi bahwa ustadz gaul tersebut meninggal karena kecelakaan motor akibat mengantuk atau ngebut.

Republika

Republika

Faktanya, kuat dugaan sang ustadz menabrak pohon palem bukan karena mengantuk atau ngebut dan menabrak pohon palem. Dilansir dari Tribunnews.com, hal-hal di atas adalah akibat dari kecelakaan tunggal itu dan bukan penyebab.

Menurut dugaan terbaru, Uje meninggal mendadak dalam keadaan menyetir motor gede (moge) Kawasaki ER-6n dengan nomor polisi B 3590 SGQ. Uje diperkirakan sudah menemui ajalnya sebelum sepeda motor oleng dan menabrak pohon palem.

“Dugaan saya, Ustadz Jeffry sudah lebih dahulu meninggal dunia di atas kendaraannya sehingga kendaraan tak terkendali dan menabrak pohon palem,” kata Lukman Azis Kurniawan, sahabat Uje kepada sumber berita, kemarin, Senin, 29 April 2013.

Menurut Lukman ada beberapa alasan kenapa ia berani menduga seperti itu. Pertama, tidak ditemukan tanda-tanda pengereman oleh almarhum. Lukman berkata bahwa setiap orang yang mengalami sakaratul maut biasanya akan mengejan.

“Nah saat mengejan itu gas ketarik tangan, lalu menabrak pohon. Apalagi di lokasi tak ada tanda upaya pengereman sebagai upaya antisipasi pengendara yang lazimnya kaget menghindari tabrakan,” kata Lukman membeberkan alasannya.

Sedangkan alasan kedua adalah kemungkinan besar Uje tidak dalam kondisi mengantuk. Menurut Fajar Sidik, almarhum sebelumnya sudah beristirahat di Kemang, Jakarta Selatan. Saat itu juga Uje sudah meminum kopi agar terhindar dari kantuk.

“Bila beliau mengantuk, kondisi gas stabil atau mengendur. Tidak menabrak sangat kencang seperti dibenarkan polisi,” kata Lukman.

Lukman juga menuturkan bahwa Uje tidak mungkin dalam kondisi ngebut sebelum kecelakaan terjadi karena sebelumnya almarhum sudah dua kali hampir terjatuh di kawasan Radio Dalam.

“Pengalaman sebelumnya dua kali hampir terjatuh di kawasan Radio Dalam lazimnya semakin membuat Uje makin pelan memacu sepeda motornya,” jelas Lukman.

Liputan 6

Liputan 6

Lukman sangat yakin bahwa sahabatnya itu tidak dalam kondisi mengebut berdasarkan kesaksian penyanyi Agus Idward, personel dari grup Snada yang ikut konvoi motor bersama Uje.

Agus Idward menuturkan bahwa Uje malam itu menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari Kemang ke Pondok Indah. Waktu tempuh itu tergolong lama karena jarak kedua lokasi sebenarnya tidak terlalu jauh dan tidak mungkin terjadi kemacetan karena waktu perjalanan adalah tengah malam.

“Dugaan kuat saya, beliau memacu kendaraan justru pelan, tapi karena meninggal mendadak di atas sepeda motor, tubuhnya mengejan dan gasnya otomatis tertarik. Itu yang membuat tabrakan amat kencang ke pohon palem,” jelas Lukman lagi.

Sedangkan rerumputan yang terkoyak di taman dekat dengan pohon palem bukan sebuah upaya pengereman. Sedangkan alasan kenapa almarhum Uje dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah dan bukan di Rumah Sakit Fatmawati adalah karena Agus Idward tidak yakin dengan kondisi Uje, apakah sudah meninggal atau masih bisa ditolong.

Lukman merasa perlu mengemukakan dugaan baru penyebab kecelakaan almarhum Uje karena ia sangat terusik dengan spekulasi yang menyebutkan bahwa almarhum mengantuk dan mengebut saat mengemudikan sepeda motornya.

Sedangkan dugaan serangan jantung yang mungkin menimpa Uje, Lukman sendiri tidak berani menyimpulkan karena ia bukan seorang ahli medis. (RN)

Comment di sini