CiriCara: Ciri-ciri Saraf Terjepit

by

nyeriCiriCara.com – Anda sering merasakan nyeri pada bagian pinggang, leher, bahu, atau bagian tubuh lainnya? Alangkah baiknya untuk tidak menyepelekan permasalahan kesehatan tersebut. Nyeri pada pada bagian tubuh, khususnya punggung bisa dikarenakan saraf Anda terjepit. Ketahuilah bahwa saraf terjepit perlu penanganan yang serius agar tidak menimbulkan kerusakan permanen atau kelumpuhan.

Lalu, apa penyebabnya? Saraf terjepit atau radiculopati cervical bisa disebabkan Anda salah posisi saat tidur atau mengangkat barang. Jika sebuah saraf terjepit, maka bisa mengganggu aliran rangsangan ke saraf lainnya sehingga mempengaruhi perjalanan jaringan saraf.

Berikut ciri-ciri saraf terjepit:

1. Nyeri

Jika terjadi pada punggung, maka biasanya ditandai dengan nyeri pada punggung bagian bawah. Nyeri yang dirasakan itu bisa menyebar ke bagian lain sehingga ke bagian tungkai serta betis. Selain itu, pada saat batuk rasa nyeri itupun semakin hebat.

saraf terjepit

2. Kesemutan

Sebuah saraf bisa terjepit jika ada terlalu banyak tekanan yang diterima saraf tersebut. Tekanan ini berasal dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, tulang rawan, otot atau urat. Tekanan tersebut mengganggu fungsi dan saraf sehingga menyebabkan sakit, kesemutan, dan mati rasa.

3. Sakit di bagian belakang kaki

Saraf terjepit bisa terjadi di bagian tubuh mana saja. Jika saraf terjepit pada lempengan tulang bagian bawah, maka akan memberikan tekanan pada suatu akar saraf yang bisa menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kaki atau linu panggul.

Itulah ciri-ciri saraf terjepit. Jika kondisi tersebut diabaikan atau tak segera diobati, maka jaringan saraf di sekitarnya jadi terganggu dan kemungkinan menyusut sehingga mengakibatkan kelemahan akut. Untuk mengobati gangguan kesehatan ini, Anda bisa beristirahat total yang bisa memperburuk tekanan saraf. Namun, hal tersebut juga tergantung dari lokasi saraf terjepit. Pada bagian tertentu, seperti leher terkadang membutuhkan bantuan penyangga.

Selain itu, obat-obat antiinflamasi non-steroid juga bisa menjadi pilihan, seperti ibuprofen dan naproxen. Sedangkan gabapentin dan pregabalin lebih spesifik digunakan pada gangguan saraf yang hanya bisa diperoleh dari resep dokter. Namun, jika tak ada perbaikan dalam beberapa minggu, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan terapi fisik, obat-obatan untuk mengurangi nyeri atau operasi untuk menghilangkan tekanan di saraf.

Adapun cara mencegahnya yaitu menjaga postur tubuh yang baik, olahraga untuk menjaga kelenturan dan kekuatan otot, menghindari aktivitas berulang, dan menjaga berat badan. (NR)


comments powered by Disqus