Video: Pesawat Jatuh Saat Beraksi Akrobatik

by

Madrid (CiriCara.com) – Kecelakaan pesawat terbang saat pergelaran pentas udara di Madrid, Spanyol, pada Minggu (5/5) menyebabkan seorang pilot tewas.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Spanyol, Alfredo Florenza, mengungkapkan sang pilot yang bernama Ladislao Tejedor Romero meninggal karena luka bakar yang amat berat di rumah sakit Getafe di Madrid.

pesawat jatuh

Bizipapo

Reuters melaporkan pesawat terbang menabrak hanggar sebelum meledak. Sekitar 3.000 orang berada di lapangan terbang Cuatro Vientos untuk menikmati atraksi pesawat akrobat dan pesawat klasik kala itu. Mereka langsung panik begitu melihat pesawat menukik dan jatuh.

Pilot yang naas adalah pilot berpengalaman yang juga merupakan asisten Menteri Pertahanan Pedro Morenes. Pria yang meninggal dalam usia 35 tahun tersebut menerbangkan pesawat HA-200 Saeta.

Menurut Florenza, pesawat itu dibuat pada 1950-an oleh Hispano Aviacion sebagai pesawat latih lanjutan. Namun kemudian pesawat ditambahkan kemampuan untuk menyerang.

Dalam video yang merekam kejadian ini, para penonton terlihat ketakutan dan lari tempat mereka berdiri sebelumnya begitu pesawat meledak. Pesawat sebenarnya terbang dengan baik sebelumnya dan sempat melakukan serangkaian atraksi akrobatik.

Puing-puing pesawat terlihat tersebar di sekitar lokasi parkir mobil di lapangan terbang. Banyak mobil yang rusak akibat tertimpa puing, termasuk puing berupa sayap pesawat.

Pihak berwenang dari bandara Spanyol, AENA, mengatakan hanya pilot yang menjadi korban kejadian ini. Namun media Europa Press mengutip pernyataan petugas kesehatan bahwa ada tiga orang yang memerlukan perawatan medis.

Salah satunya adalah seorang pria berusia 57 tahun yang disebut mengalami luka bakar. Pria yang bertugas sebagai petugas penyelamat ini diyakini adalah ayah pilot yang naas. Ia dibawa ke rumah sakit setelah mengalami serangan panik.

Berikut adalah video detik-detik saat pesawat jatuh:

Simak berita-berita internasional lainnya di sini.

(hp)

Daily Mail


comments powered by Disqus