CiriCara: Cara Memahami Pemikiran Anak Remaja

by
May 8th, 2013 at 4:55 pm
Ist

Ist

CiriCara.com – Pada saat si anak mulai memasuki usia remaja, biasanya mereka akan mudah sekali menerima perkataan dan menjadi kritis. Menanggapi hal tersebut, terkadang orangtua bisa marah dan malah bersikap kasar kepada anaknya.

Jika hal tersebut Anda lakukan, maka akan membuat si anak merasa tidak nyaman. Anak Anda jadi berpikir bahwa Anda tidak mengerti atau memahami kondisinya. Selain itu, sikap Anda yang seperti itu juga terkadang bisa membuat anak menjadi marah.

Alangkah baiknya, Anda sebagai orangtua harus benar-benar mengetahui pola pikir anak yang memasuki usia remaja ini. Bagaimana caranya? Dilansir dari Perempuan.com, berikut cara memahami pemikiran anak remaja:

1. Memberikan perhatian

Anda harus memberikan perhatian yang cukup pada si anak usia remaja. Namun, jangan berlebihan karena malah akan membuatnya menjadi anak yang manja. Ketahuilah bahwa biasanya anak-anak yang menginjak usia remaja membutuhkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Dengan memberikan perhatian yang cukup kepadanya, tentunya mereka tidak akan merasa kesepian dan menjadi lebih terbuka kepada Anda.

2. Sering berkomunikasi

Ist

Ist

Anak-anak yang menginjak usia remaja harus diajak komunikasi sesering mungkin. Pada saat si anak memiliki waktu senggang, cobalah Anda mengobrol dengannya. Tanyakan bagaimana sekolahnya, atau hal-hal lainnya. Ciptakanlah obrolan yang ringan agar si anak mau menceritakan segala sesuatunya tentang dirinya. Dengan sering berkomunikasi dengannya, Anda pun jadi mengetahui kondisinya dan bisa menjadi teman bagi si anak.

3. Menjadi pendengar yang baik

Cara lain untuk bisa mengerti pemikirannya adalah menjadi pendengar yang baik. Sebagai orangtua, Anda harus selalu ada di sampingnya. Anda harus bia menjadi pendengar yang baik untuknya. Dengan mendengarkan cerita sedih atau senang darinya, tentunya Anda menjadi mengerti pola pikir si anak remaja.

4. Menghargai keputusannya

Menghargai keptusan si anak bukan berarti mengiyakan apapun yang diminta. Maksudnya adalah Anda harus bisa menghargai apapun yang dipilih dan dilakukan jika masih berada dalam batas norma. Misalnya, si anak meminta izin untuk pulang jam 8 malam pada saat weekend. Untuk itu, Anda harus mengizinkannya dan biarkan si anak bersosialisasi.

Itulah cara memahami pemikiran anak remaja. Dengan memahami pemikiran si anak, tentunya dia akan merasa beruntung memiliki orangtua seperti Anda. Selain itu, si anak remaja juga akan menjadi menghargai dan menghormati Anda. (NR)

Comment di sini