CiriCara: Ciri-ciri Anak Gagap

by
May 10th, 2013 at 4:16 pm
Ist

Ist

CiriCara.com – Gagap merupakan gangguan bicara di mana suara, suku kata, atau kata-kata yang diucapkan berulang atau berkepanjangan sehingga mengganggu aliran normal berbicara. Gagap bisa saja terjadi pada anak. Untuk itu Anda perlu mewaspadainya sedini mungkin.

Pada umumnya tanda-tanda awal kegagapan anak terlihat pada usia dua hingga 5 tahun pada saat si anak mulai belajar merangkai kata-kata menjadi satu kalimat. Seringkali orangtua merasa jengkel dengan kegagapan anak. Akan tetapi hal tersebut merupakan hal yang umum ditemui saat anak masih dalam tahap perkembangan bicara.

Jika si anak terbata-bata atau gagap saat merangkai kata, maka Anda perlu mengajari dan memberikan perhatian kepadanya. Ketahuilah bahwa kurangnya perhatian orangtua bisa menyebabkan si anak gagap hingga dewasa. Selain itu, timbulnya gagap juga bisa dikarenakan adanya pengalaman traumatik pada diri anak atau merasa stres.

Lalu, apakah anak Anda yang masih berusia 2-5 tahun berpotensi gagap? Untuk mengetahuinya, Anda bisa menyimak ciri-ciri anak gagap berikut ini:

Ist

Ist

1. Mengulangi suara, suku kata, atau kata. Misalnya, ke-kenapa?

2. Menekan dan jeda setelah huruf pertama. Misalnya, aku b….lum makan.

3. Mengulang huruf tertentu. Misalnya, aku maaau makaaan.

4. Mimik wajahnya terlihat tegang.

5. Cenderung menyendiri dan menghindari keadaan saat berkomunikasi.

Itulah ciri-ciri anak gagap. Selain pengalaman traumatik setelah peristiwa hidup yang serius, atau karena takut dan cemas, gagap tidak jelas juga bisa jadi dikarenakan ada keturunan. gagap bisa menjadi parah jika si anak merasa tertekan. Alangkah baiknya, anak yang sudah menunjukkan ciri-ciri tersebut segera dibawa ke dokter anak atau ahli terapi wicara.

Dokter tentunya akan mendiagnosis gangguan wicara secara lebih akurat setelah mempertimbnangkan beberapa faktor, termasuk riwayat kasus si anak, seperti kegagapan pertama kali. Selain itu, sang dokter tentunya juga akan merekemondasikan terapi apa yang harus dijalani si anak untuk mengatasi hal tersebut. (NR)

Comment di sini