Komnas HAM Tuding Jokowi Tak Konsisten

by
May 17th, 2013 at 9:15 am

Jakarta (CiriCara.com) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menuding Joko Widodo atau Jokowi tidak konsisten terhadap penanganan kisruh penggusuran warga di Waduk Pluit, Kamis, 15 Mei 2013 kemarin.

Dilansir dari Detik.com, tudingan itu disampaikan kepada orang nomor satu di Jakarta tersebut lantaran Jokowi tidak memenuhi panggilan Komnas HAM berkaitan dengan kisruh pengusuran warga Waduk Pluit kemarin.

Warta Ekonomi

Warta Ekonomi

“Kita menyesalkan karena Pak Jokowi tidak konsisten, janjinya tidak ditepati. Sudah dua jam menunggu, malah memilih jadi pembicara di Untar. Saya menjadi bingung apa yang dilakukan Pak Jokowi,” kata Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, Jumat, 17 Mei 2013 kepada sumber berita.

Pemanggilan tersebut dilakukan kepada Jokowi agar ia bisa berdialog langsung dengan warga Waduk Pluit. Langkah dialog tersebut diambil karena warga banyak yang tidak mengetahui keseriusan janji Jokowi untuk merelokasi mereka ke rumah susun sewa.

Selain itu, Siane juga mengungkapkan adanya penemuan atas perilaku sejumlah oknum tak bertanggung jawab yang mengintimidasi warga. Bentuk intimidasi tersebut bermacam-macam, mulai dari tawaran uang hingga Rp. 10 juta hingga keberadaan para oknum di sekitar lingkungan warga.

Karena ketidakhadiran Jokowi untuk memenuhi panggilan tersebut, Siane akan mengusulkan pada Jokowi agar penggusuran ditunda hingga kesepakatan antar kedua belah pihak tercapai. Dalam usulan tersebut juga akan disampaikan indikasi pelanggaran HAM menurut Komnas HAM.

Sedangkan Jokowi sendiri mengaku heran dengan tudingan pelanggaran HAM yang disampaikan kepadanya hanya karena upaya relokasi warga di sekitar Waduk Pluit.

“Ada yang bilang kita ini melanggar HAM. HAM yang mana? Wong kita pindahkan ke rusun kok, lengkap ada TV gratis, meja kursi gratis, tempat tidur gratis, kompor gratis, tinggal masuk. (Pelanggaran) HAM-nya yang mana? Masa melanggar HAM? HAM yang mana gitu lho,” kata Jokowi, kemarin, Kamis, 16 Mei 2013, masih kepada sumber berita yang sama.

Jokowi sendiri tidak datang untuk memenuhi panggilan HAM karena kemarin ia memilih untuk menjadi pembicara kuliah umum di kampus Universitas Tarumanegara (Untar). (RN)

Comment di sini