10 Penyakit Terparah di Dunia

by
May 21st, 2013 at 2:17 pm
Stephen Liddel

Stephen Liddel

CiriCara.com – Selain perang, salah satu penyebab hilangnya banyak nyawa manusia dalam waktu sekejap adalah wabah penyakit.

Jutaan orang meninggal tiap tahun karena penyakit tertentu. Sepanjang sejarah, manusia berjuang melawan beragam penyakit untuk tetap bertahan hidup.

Banyak yang berhasil, tapi tak sedikit yang gagal. Berikut ini adalah 10 penyakit terparah di dunia yang menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar:

1. Maut Hitam (17juta tewas)

Maut Hitam atau Wabah Hitam menjadi fenomena mengerikan pada akhir 1340-an. Wabah ini disebut sebagai wabah yang paling mematikan sepanjang sejarah manusia.

Wabah pertama kali muncul di Asia Tengah, lalu menyebar ke Eropa. Jumlah total korban jiwa diperkirakan mencapai 75 juta orang. Maut Hitam diperkirakan telah membunuh 1/3 hingga 2/3 populasi warga Eropa kala itu.

2. Polio (10ribu tewas sejak 1916)

Di dunia kedokteran, penyakit polio dikenal dengan nama poliomyelitis. Penyakit ini disebabkan oleh virus polio yang menyebar lewat kontaminasi tinja pada makanan atau air.

Banyak penderita polio yang tidak menunjukkan gejala tertentu. Virus polio yang masuk ke tubuh bisa menginfeksi dan merusak saraf sehingga melemahkan otot dan menyebabkan kelumpuhan akut.

3. Cacar Variola (Puluhan juta tewas)

Cacar Variola merupakan penyakit yang amat menular bagi manusia, berbeda dengan cacar air. Penyebab cacar Variola dibedakan menjadi dua, yakni Variola major atau Variola minor. Di Eropa, 60 juta orang tewas akibat cacar variola.

Jika tertular, akan terlihat ruam dan luka berisi cairan pada kulit di sekujur tubuh. Variola major lebih mematikan dengan tingkat kematian 30-35%. Jika berhasil sembuh, biasanya terdapat bekas luka pada tubuh penderita, terutama di sekitar wajah.

4. Kolera (12 ribu tewas sejak 1991)

Kolera merupakan penyakit diare ekstrem yang disebabkan bakteri Vibrio cholerae. Manusia bisa tertular jika mencerna makanan atau air yang telah terkontaminasi bakteri ini.

Begitu terjangkit penyakit kolera akut, manusia bisa tewas 2-3 jam sesudahnya jika tidak ada pertolongan. Penderita kolera memerlukan pertolongan rehidrasi. Pada kasus umum, diare parah terjadi sekitar 4-12 jam dan maut bisa menjemput 18 jam sesudahnya.

Science News

Science News

5. Ebola (160ribu tewas sejak 2000)

Wabah virus Ebola muncul pertama kali pada 1976 di Sudan dan Zaire secara berurutan. Hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab munculnya virus yang banyak membunuh gorila di kawasan Afrika Tengah ini.

Menurut penelitian, mungkin kelelawar buah yang menjadi pemicu virus Ebola. Ciri orang yang terjangkit virus Ebola adalah muntah-muntah, diare, pendarahan luar dan dalam, serta demam yang tinggi. Kesempatan hidup manusia yang terjangkit virus Ebola adalah 0%.

6. Malaria (2,7juta tewas per tahun)

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk yang terinfeksi parasit itu. Kasus malaria banyak ditemukan di kawasan tropis dan subtropis Amerika, Asia, dan Afrika.

Tiap tahun, 2,7juta orang diperkirakan tewas akibat penyakit ini – 2.800 anak tewas per hari. Penyakit malaria sering dihubungkan dengan masalah kemiskinan. Belum ada vaksin khusus untuk menyembuhkan malaria, namun ada obat-obatan untuk mencegahnya.

7. Wabah Bubo (250juta warga Eropa tewas)

Wabah Bubo atau Pes Bubo sebenarnya merupakan penyakit yang biasa menjangkiti hewan pengerat dan kutu. Namun manusia bisa tertular jika digigit hewan yang mengidap penyakit tersebut.

Bila tidak ada penanganan, penderita Pes Bubo bisa meninggal dalam waktu empat hari. Pes Bubo pernah digunakan sebagai alat perang Jepang semasa terjadi konfrontasi dengan Cina pada 1937-1945. Tentara Jepang terbukti membom kota-kota di China sambil menyebarkan kutu yang terinfeksi Pes Bubo.

8. Flu Spanyol (50-100juta tewas)

Flu Spanyol merupakan sebutan untuk kasus pandemik flu pada 1918 yang pertama kali muncul di Afrika Barat dan Prancis sebelum menyebar hingga hampir ke seluruh dunia termasuk kawasan terpencil di kepulauan pasifik dan Arktik.

Dalam jangka waktu 1918-1920, jumlah total korban tewas di seluruh dunia akibat flu Spanyol diperkirakan mencapai 50-100juta jiwa. Di suatu desa Inuit terpencil, tingkat kematiannya bahkan mencapai 100%.

9. Influenza (36ribu tewas per tahun)

Influenza, lebih dikenal dengan nama “flu” saja, merupakan penyakit menular yang biasa menjangkiti unggas dan mamalia. Manusia yang tertular biasanya mengalami gejala flu seperti demam, nyeri otot dan kepala, lemas, nyeri tenggorok, dan batuk-batuk.

Flu menular lewat udara atau kontak langsung dengan tinja atau ingus makhluk yang mengidap penyakit ini. Flu berbeda dengan demam biasa. Flu juga sering dipandang sama dengan selesma, padahal berbeda. Flu lebih mematikan dan biasanya bersifat musiman.

10. AIDS (25juta tewas sejak 1981)

AIDS merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit ini timbul akibat infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ini membuat tubuh manusia menjadi lemah karena daya kekebalan menurun.

Penularan HIV bisa terjadi melalui hubungan seks yang tidak sehat, transfusi darah, air susu ibu, dan paparan dari cairan tubuh yang terinfeksi lainnya. Banyak peneliti berpendapat HIV berasal dari kawasan sub-Sahara Afrika. Hingga kini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini.

(hp)

List Verse