Pilih Imunisasi Polio Tetes atau Suntik?

by
May 21st, 2013 at 3:10 pm
Ist

Ist

CiriCara.com – Polio merupakan salah satu penyakit menular yang tidak ada obatnya. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang hidup di tenggorokan dan saluran pencernaan. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian dan pencegahan yang lebih sejak dini agar tidak terjadi kecacatan. Pencegahan terhadap polio bisa dilakukan dengan melakukan vaksinasi.

Vaksin polio menjadi salah satu vaksinasi wajib yang direkomendasi oleh World Helth Organization (WHO). Menurut lembaga kesehatan dunia itu, vaksin polio harus diberikan pada bayi sebanyak empat kali dengan jarak 6-8 minggu. Lalu, pemberian vaksin polio dilakukan kembali pada usia 1,5 tahun, 5 tahun, dan 15 tahun.

Sejak diperkenalkannya vaksin polio pada tahun 1955, penyakit poluo telah berhasil dibasmi di Amerika Serikat. Namun, saat ini masih umum si beberapa negara berkembang. Hingga saat ini, polio masih menjadi salah satu yang diberantas di seluruh dunia. Itulah sebabnya vaksinasi polio perlu dilakukan kepada anak-anak.

Pada dasarnya, vaksinansi polio dibedakan menjadi 2 macam:

- Vaksin virus polio oral (Oral Polio Vaccine atau OPV) yang diberikan dengan cara diteteskan ke mulut.

- Vaksin polio Inactivated (Inactivated Poliomieltis Vaccine atau IPV) yang diberikan dengan cara disuntikan.

Vaksinasi polio sebelum tahun 2000 dilakukan dengan polio oral (OPV). Meskipun vaksin itu sangat efektif, tapi beberapa polio disebabkan karena pemberian vaksinasi tersebut. Oleh sebab itu, Amerika Serikat beralih ke vaksin polio tidak aktif (IPV). IPV biasanya diberikan sebagai suntikan di lengan atau kaki.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan dari kedua jenis vaksin tersebut?

Ist

Ist

IPV mengandung virus polio yang sudah dimatikan, sedangkan OPV mengandung virus polio yang dilemahkan. Kedua jenis vaksin tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut pembahasan mengenai keuntungan dan kekurangan dari kedua jenis vaksin tersebut:

 Oral Polio Vaccine atau OPV

Kelebihan

- Murah

- Mudah karena hanya diteteskan saja

- Karena melewati usus, memberikan perlindungan kepada saluran cerna secara lebih baik terhadap virus polio liar.

- Memberikan efek herd immunity, maksudnya adalah anak-anak yang diimunisai OPV beberapa hari akan mengeluarkan virus tinja-tinjanya. Pada daerahj yang kebersihannya kurang, virus itu bisa menular ke anak-anak lain yang tidak diimunisasi.

Kekurangan

- Dikarenakan virusnya masih hidup, jadi ada kemungkinan efek samping terjadi paralisis. Namun, kemungkinannya sangat kecil, 1 dari 2,5 juta.

Inactivated Poliomieltis Vaccine atau IPV

Kelebihan

- Tak memberikan risiko untuk efek samping paralisis.

Kekurangan

- Mahal

- Harus diberikan oleh orang yang terampil menyuntik

- Tidak memberikan perlindungan maksimal pada saluran cerna

- Tidak melindungi dari virus polio liar

Bagi Anda yang masih memiliki anak usia balita, pastikan dirinya sudah diimunisasi polio. Hal tersebut demi kesehatan dirinya kelak. Namun, kini sang ibu bisa memilih jenis imunisasi apa yang baik untuk si anak. Apakah dengan OPV atau IPV?

(NR)

Comment di sini