Kronologi Pemotongan Kelamin Versi Abdul

by
May 23rd, 2013 at 2:47 pm

Tangerang (CiriCara.com) – Korban pemotongan alat kelamin, Abdul Muhyi (21) akhirnya angkat bicara. Abdul membantah semua pengakuan tersangka, Neng Nurhasanah alias NN (22) yang menudingnya memaksa untuk berbuat mesum.

Viva.co.id

Viva.co.id

Abdul mengaku bahwa pada Selasa malam, 13 Mei 2013, Neng mengajaknya untuk bertemu. Abdul membantah dirinya yang mengajak Neng untuk bertemu pada malam itu. “Dia (Neng) yang duluan ngajak ketemu,” katanya.

Saat mereka bertemu, Abdul mengaku sempat mengingatkan Neng agar tidak pulang larut malam. Abdul saat itu meminta pertemuannya hanya sampai pukul 10 malam saja. Abdul mengaku takut jika Neng dicari oleh orangtuanya.

“Neng bilang ingin terus bersama dengan alasan sudah pamit menginap di rumah temannya,” kata Abdul, seperti dikutip dari Tempo.co, Kamis (23/5/2013).

Setelah itu, Abdul dan Neng pun pergi berkeliling dari Pamulang menuju Sawangan, Depok, menggunakan sepeda motor milik Abdul. Mereka sempat saling berpegangan tangan saat berada di Telaga Kahuripan, Parung. Menurut Abdul, hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

Kemudian, Abdul dan Neng kembali melanjutkan perjalanan hingga berhenti di sebuah masjid untuk istirahat. Berbeda dari pengakuan Neng, Abdul mengatakan bahwa perempuan bercadar itulah yang mengajaknya untuk melakukan persetubuhan. “Dia ngajakin begitu,” ujarnya.

Saat itu Abdul sempat menolak ajakan Neng tersebut. Namun, karena tergoda oleh Neng, Abdul pun mau melakukan perbuatan yang tidak senonoh itu di toilet masjid. “Itu pun tak sampai masuk, tapi hanya sebatas gesekan,” kata Abdul.

Abdul juga membantah telah memaksa Neng untuk bersetubuh di sebuah lorong gang di Reni Jaya. Menurut pengakuan Abdul, setelah dari masjid, dirinya dan Neng langsung kembali ke lokasi awal pertemuan, yakni di depan Universitas Pamulang (Unpam) untuk makan nasi goreng.

Setelah itu, lanjut Abdul, Neng mengajaknya ke sebuah kantin yang gelap dan sepi. Di sana, Neng kemudian meminta untuk memegang kelamin Abdul. Dan saat itulah kelamin Abdul dipotong oleh Neng.

“Pas di tempat gelap saya diri, dia jongkok, tiba-tiba saya rasain sakit dan perih. Nggak tahunya ‘anu’ saya sudah dipotong,” tutur Abdul saat ditemui di ruang bedah Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Selatan.

Abdul Muhyi

Abdul Muhyi

Pengakuan Abdul tersebut berlawanan dengan pengakuan Neng. Santriwati ini mengaku dipaksa untuk melayani nafsu Abdul saat berada di toilet masjid. “Di dalam dia maksa dan mengangkat rok saya, lalu memasukkan ‘anu’-nya hingga beberapa kali,” kata Neng.

Setelah gagal di toilet masjid karena ada orang, Abdul pun kemudian membawa Neng ke sebuah lorong yang sepi di Reni Jaya. “Di lorong itu, dia masukkan ‘anu’-nya lagi sampai keluar sperma,” kata Neng.

Meskipun demikian, polisi sudah menetapkan keduanya sebagai tersangka. Neng ditetapkan sebagai tersangka kasus pemotongan kelamin Abdul. Sedangkan Abdul terancam dipenjara atas dugaan pemerkosaan terhadap Neng.

(YG)

Comment di sini