Dewan Masjid Imbau Ceramah Tidak Perlu Pakai Toa

by
May 27th, 2013 at 11:26 am

Pengeras Suara di MasjidBekasi (CiriCara.com) – Ceramah di masjid yang menggunakan Toa atau pengeras suara dinilai berpotensi mengganggu masyarakat di sekitar area masjid. Itulah sebabnya Dewan Masjid Indonesia mengimbau agar ceramah tidak terdengar sampai ke luar area Masjid.

“Kami sedang berwacana untuk tidak memperdengarkan ceramah ke luar masjid,” kata Wakil Ketua Umum Harian Dewan Masjid Indonesia, KH Masdar Farid Masudi dalam acara Tabligh Akbar di Masjid, Al Ikhlas, Mekarsari, Bekasi Timur.

Menurut Masdar, ceramah atau tausiyah sebaiknya diperdengarkan kepada para jamaah yang hadir di masjid saja. Masdar khawatir akan ada yang merasa terganggu jika ceramah itu terdengar sampai ke luar masjid.

“Masjid ada loudspeaker boleh, tapi hanya untuk di dalam saja. Jangan diperdengarkan di luar. Kan ganggu,” kata Masdar, seperti dikutip dari Tempo.co, Minggu (26/5/2013) kemarin.

Masdar menilai bahwa ceramah itu bisa mengganggu jika orang yang mendengarnya merasa tidak membutuhkan ceramah. Itulah sebabnya, lebih baik ceramah hanya diperdengarkan ke jamaah yang ada di dalam masjid saja.

“Kalau orang luar masjid kan antah berantah dan tidak jelas, apa dia butuh (ceramah) atau tidak,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Masdar, suara ceramah yang keras dan lama itu bisa berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat di sekitar lingkungan masjid. Belum lagi ada masyarakat yang akan mempunyai pendapat berbeda mengenai isi ceramah, terutama mereka yang beda agama.

“Belum tentu juga dia (masyarakat sekitar masjid) sepaham dengan khotbah yang berapi-api itu,” katanya.

Tidak hanya itu, Masdar juga menuturkan bahwa ceramah dengan pengeras suara bisa berpotensi membuka rahasia dan aturan-aturan agama Islam. “Kalau diperdengarkan itu kan seperti kita ditelanjangi. Orang jadi tahu semua informasi baik dan buruk kita,” katanya.

Masdar menilai, jika memang ada yang mau mendengarkan ceramah atau pembacaan ayat suci Alquran, maka sebaiknya orang itu datang ke masjid.

Meskipun demikian, Masdar tetap membolehkan masjid memiliki pengeras suara, seperti Toa. Namun, sebaiknya hanya digunakan untuk mengumandangkan suara adzan saja. “Kalau adzan kan mengajak untuk salat, jadi boleh,” katanya.

Bagaimana menurut Anda? (YG)

Comment di sini