Warga Memilih Lengserkan DPRD DKI Jakarta Daripada Jokowi

by
May 27th, 2013 at 11:21 am

Jakarta (CiriCara.com) – Wacana interpelasi atau penggulingan kekuasaan yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi yang dilakukan oleh anggota DPRD DKI Jakarta mendapat tanggapan sinis dari masyarakat.

Ist.

Ist.

Alasan para anggota DPRD DKI Jakarta dianggap terlalu mengada-ada karena tidak memiliki pijakan dasar dan permasalahan mundurnya 16 rumah sakit dari program Kartu Jakarta Sehat (KJS) juga sudah selesai.

Dilansir dari Okezone.com, menurut Ari Junaedi, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), hak interpelasi yang akan diajukan oleh sebagian anggota DPRD merupakan hak konstitusional anggota dewan. Namun sebaiknya, penggunaan hak tersebut juga memperhatikan berbagai kepentingan dimensi.

“Ingat, Jokowi adalah pendobrak sistem kaku yang selama ini dipraktikkan pejabat-pejabat sebelumnya yang lekat dengan KKN. Lagipula, 14 rumah sakit yang semula ikut mundur dari program KJS ternyata sudah menyatakan berpartisipasi lagi. Jadi di mana logikanya diajukan hak interpelasi ?,” kata Ari.

Jokowi yang belum menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama setahun dinilai banyak membawa harapan yang besar dari warga Jakarta. Beberapa masalah termasuk kisruh KJS, pembebasan lahan Waduk Pluit, dan pembangunan MRT belum bisa digunakan untuk menilai keberhasilan dari pasangan Jokowi dan Ahok.

Pengamat politik tersebut yakin jika wacana pelengseran Jokowi terus diserukan maka kemungkinan besar, warga akan lebih memilih untuk mencopot anggota Dewan daripada Jokowi.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pekan kemarin layanan kesehatan pengguna KJS dalam sempat terganggu karena kabar mundurnya 16 rumah sakit swasta dari program KJS. Rumah sakit yang mengundurkan diri itu antara lain RS MH Thamrin, RS Admira, RS Bunda Suci, RS Mulya Sari, RS Satya Negara, RS Paru Firdaus, RS Islam Sukapura, RS Husada, RS Sumber Waras, RS Suka Mulya, RS Port Medical, RS Puri Mandiri Kedoya, RS Tria Dipa, RS JMC, RS Mediros, dan RS Restu Mulya.

Setelah sempat ingin mundur dari program KJS, kini rumah sakit tersebut menyatakan ingin kembali bergabung dengan program Jokowi. (RN)

Comment di sini