Pijat Saat Hamil, Aman atau Tidak?

by
May 30th, 2013 at 3:55 pm
Ist

Ist

CiriCara.comWanita yang sedang hamil biasanya akan merasakan nyeri dan pegal-pegal. Namun, jangan khawatir karena hal tersebut merupakan wajar dialami wanita hamil. Ketahuilah bahwa semakin besar kehamilan, semakin sering juga keluhan yang dirasakan.

Dengan adanya keluhan seperti itu, tak jarang wanita hamil ingin dipijat. Lalu, apakah aman dipijat saat sedang hamil? Apakah akan mempengaruhi bentuk wajah si bayi nantinya?

Ketahuilah bahwa secara anatomi bayi yang berada di dalam rahim dilindungi dengan air ketuban. Salah satu fungsi dari air ketuban adalah untuk menahan goncangan dari luar. Selain itu, rahim juga dilindungi oleh tulang punggung beserta otot-otot penyangganya. Dengan begitu, ibu hamil tak perlu khawatir tentang pemijatan di daerah punggung yang akan mempengaruhi wajah bayi.

Dilansir dari tabloid Mom & Kidie, dr. Fakriantini Jaya Putri, SpOG dari Rumah Sakit Zahira mengatakan bahwa wanita hamil boleh-boleh saja melakukan perawatan tubuh, seperti terapi pijat. Namun, jangan melakukannya pada trisemester awal karena saat itu masih sangat rentan untuk terjadi keguguran. Jika ingin melakukan pemijatan, maka Anda bisa melakukannya pada saat usia kehamilan menginjak trisemester dua akhir dan tiga.

Ist

Ist

Pijatan yang berbahaya jika dilakukan pada perut karena menyebabkan terlepasnya plasenta dari tempat melekatnya di rahim. Jika itu terjadi, maka bisa menyebabkan kegawatan janin dan menimbulkan kematian janin dalam rahim. Pijatan di perut biasanya dipercaya oleh wanita untuk mengubah posisi janin melintang atau sungsang.

Mengubah posisi janin menjadi normal bisa saja dilakukan setelah memenuhi indikasi dan syarat-syarat tertentu. Selain itu, harus ada alat monitoring yang cukup memadai serta dilakukan oleh tenaga ahli dan berpengalaman.

Dilansir dari Health.Okezone.com, dari segi medis pemijatan pada wanita hamil boleh dilakukan pada anggota badan yang bergerak, seperti kepala, bahu, punggung belakang, panggul, pantat, tangan, dan kaki mulai dari betis sampai paha. Pemijatan pada area payudara disarankan baru bisa dilakukan pada trisemester tiga untuk merangsang ASI keluar.

Teknik pemijatan pada semua area tubuh harus dilakukan dengan teknik yang lembut oleh terapis yang telah berpengalaman dalam memijat wanita hamil. Kombinasi gerakan pijat antara memutar, mengusap, dan menggosok harus dilakukan secara perlahan-lahan dan terkendali.

Jangan melakukan pemijatan jika wanita hamil mengeluarkan cairan dari vagina, diabetes, memiliki penyakit menular, demam, morning sickness, timbul ruam kulit, nyeri di daerah perut, dan tekanan darah tinggi. (NR)

Comment di sini