Saksi Baru Dimunculkan dalam Kasus Penembakan Tito Kei

by
June 4th, 2013 at 10:54 am

Jakarta (CiriCara.com) – Kasus penembakan terhadap adik kandung John Kei, Fransiskus Refra atau yang biasa dikenal dengan nama Tito masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

Ist.

Ist.

Hingga hari ini, Selasa, 4 Juni 2013, polisi belum menemukan titik terang tentang pelaku penembakan yang terjadi pada hari Jumat malam pekan lalu.

Polisi kini sedang memeriksa dua saksi tambahan untuk menyelidiki kasus penembakan Tito Kei meski masih mengalami kesulitan.

“Kami masih kesulitan menyelidiki pelaku,” kata Kepala Polresta Bekasi Kota, Komisaris Besar Priyo Widyanto, Senin 3 Juni 2013 seperti dikutip oleh sumber berita, Tempo.co.

Penambahan dua orang saksi itu dilakukan karena keterangan empat saksi sebelumnya belum bisa mengarah kepada ciri-ciri pelaku utama. Dua saksi tersebut adalah orang-orang yang mengetahui kejadian di sekitar lokasi penembakan.

Saat kejadian penembakan terjadi, dua orang tersebut sedang berada di warung pulsa di samping kanan lokasi kejadian.

Sebelum dua saksi ini dimunculkan, polisi sudah lenih dulu menghadirkan empat orang saksi yaitu Gerry, Han, dan Petrus yang merupakan teman Tito dan juga Popon, anak dari Ratim, si pemilik warung yang juga tewas karena tertembak.

Keempat saksi tersebut belum bisa menyebutkan ciri-ciri fisik pelaku secara jelas karena masih syok saat kejadian berlangsung. Keempatnya sibuk menyelamatkan korban ketka itu.

Selain itu, polisi juga telah membentuk tim khusus untuk mengembangkan penyelidikian yang terbagi menjadi dua bagian. Tim pertama menyusuri dan menyelidiki keterangan di rumah Tito dan lainnya fokus di kantor Tito Kei, yang sebelum meninggal berprofesi sebagai seorang pengacara.

Barang bukti berupa selongsong peluru yang ditemukan sudah dibawa ke pusat laboratorium forensik Polri untuk diuji balistik sehingga jenis senjata yang dipakai pelaku bisa teridentifikasi.

Tito Kei ditembak oleh orang tak dikenal pada hari Jumat, 31 Mei 2013 lalu pukul 20.00 WIB di warung kopi kawasan Perumahan Titian Indah, Bekasi, Jawa Barat. Saat itu, Tito sedang bermain kartu bersama dengan 4 temannya di sebuah warung kopi milik Ratim. (RN)

Comment di sini