Tipu Klien Miliaran Rupiah, Farhat Abbas Dipolisikan

by
June 4th, 2013 at 8:46 am

Jakarta (CiriCara.com) – Farhat Abbas kini harus kembali berurusan dengan pihak kepolisian. Pria yang berprofesi sebagai seorang pengacara ini tidak hanya dipolisikan karena kasus pencemaran nama baik akibat kicauannya yang rasis di Twitter namun juga karena kasus penggelapan uang.

Dilansir dari Merdeka.com, suami Nia Daniaty tersebut diduga telah melakukan penipuan hingga Rp. 5 miliar. Karena kasus ini, Farhat dipolisikan oleh kuasa hukum terpidana kasus narkoba, Liem Marita atau Aling.

Lensa Indonesia

Lensa Indonesia

“FA dilaporkan oleh Aling atas dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Jakarta, Senin 3 Juni 2013 seperti yang ditulis oleh sumber berita.

Farhat pernah berjanji kepada Aling akan mengajukan PK (Peninjauan Kembali) ke dua untuk kasusnya ke Mahkamah Agung dengan syarat Aling harus membayar Rp. 3 miliar.

Dengan uang sebesar itu, Farhat menjanjikan pelapor atau Aling mendapat keringanan hukuman 15 tahun penjara. Sebelumnya Aling adalah terpidana kasus narkoba yang mendapat hukuman penjara pada 2011 dengan hukuman seumur hidup.

Namun di saat proses pengajuan belum berjalan, Farhat mengatakan bahwa ia bisa mengupayakan keringanan hukuman lebih rendah bagi Aling menjadi 10 tahun dengan syarat Aling bisa membayar Rp. 2 miliar.

Karena tergiur dengan tawaran Farhat Abbas, Aling langsung mengirim uang yang diminta Farhat Abbas sedangkan sisanya diserahkan secara langsung dalam bentuk dollar Singapura tunai.

Total kerugian yang dialami Aling mencapai Rp. 5,75 miliar. Uang sebanyak itu belum dikembalikan oleh Farhat, padahal ia berjanji bila kasusnya gagal, uang akan dikembalikan secara utuh.

Hingga kini, Aling tak juga mendapat keringanan hukuman. Ia bahkan diberitahu bahwa tidak ada PK ke dua dari MA.

Karena merasa telah ditipu oleh Farhat Abbas, Aling melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya lewat Nancy Yuliana, pengacaranya.

Farhat dilaporkan dalam laporan resmi bernomor LP/1559/V/201/Ditreskrimum Polda Metro Jaya, tertanggal 11 Mei 2013. Pengacara yang terobsesi menjadi Presiden Indonesia untuk tahun 2014 dilaporkan atas dugaan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan.

Hingga hari ini, kasus Farhat masih disidik di Ditreskrimum sementer Farhat Abbas sendiri belum dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. (RN)

Comment di sini