Harga Jengkol Lebih Mahal dari Daging Ayam

by
June 5th, 2013 at 1:52 pm
Ist.

Ist.

Jakarta (CiriCara.com) – Jengkol pun bisa langka di pasaran. Sayuran yang terkenal karena rasa dan baunya yang khas ini sudah hampir sebulan ini menghilang dari pasaran di area Jakarta dan sekitarnya.

Tidak hanya menjadi sulit ditemui di pasaran, harga jengkol pun bisa meroket mengalahkan harga daging ayam.

Diberitakan oleh Kompas.com, jika per kilogram harga daging ayam saat ini dijual Rp. 28.000 maka harga jengkol bisa mencapai Rp. 40.000 per kilogram.

Meski begitu, tiap hari para pembeli masih saja menanyakan keberadaan jengkol kepada para penjual. Kebanyakan dari mereka adalah pedagang makanan yang tiap hari memasak makanan matang untuk dijual.

“Wah, kalau yang nanyain jengkol hampir setiap hari selalu ada. Tapi, saya gak punya stok jengkol untuk dijual. Soalnya pemasok jengkol sudah hampir sebulan ini tidak ada ke pasar,” kata sang pedagang bernama Yani di lapak jualannya di Tasikmalaya, Selasa 4 Juni 2013.

Pedagang lain di kawasan yang berbeda mengaku heran dengan langkanya pasokan jengkol di pasaran. Kelangkaan seperti ini menurutnya baru terjadi pada tahun ini. Menurut kabar yang beredar, minimnya pasokan jengkol disebabkan oleh cuaca yang memburuk. Tahun-tahun sebelumnya meski cuaca sering berubah, jengkol tidak pernah menjadi langka.

“Saya juga kaget harga jengkol bisa jadi mahal. Soalnya kan jengkol cuaca apa pun selalu ada, dan harganya murah. Tapi, pernah sih harga jengkol naik, tapi tak sampai selama dan semahal sekarang,” aku pedagang lainnya.

Jengkol biasanya  memang dipasok dari daerah Tasikmalaya dan Garut Selatan karena di kedua daerah itu masih sekali terdapat pohon jengkol.

Meski jengkol sekarang masih tersedia namun tidak lagi segar karena harus direndam dan harga jualnya bisa mencapai lebih dari Rp. 45.000.

Jengkol banyak dicari oleh pemilik warung nasi dan penjual lauk nasi karena mereka biasanya memasak tiap hari untuk kembali dijual. (RN)

Comment di sini