Merasa KPK Dilecehkan, Abraham Samad Marah

by
June 5th, 2013 at 4:49 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Dalam rapat kasus bailout Bank Century yang dibahas oleh DPR RI pada hari ini, Rabu, 5 Juni 2013 banyak dari anggota Timwas yang mengkritik lambannya kinerja KPK yang menangani kasus Century.

Jakarta Post

Jakarta Post

Dilansir dari Detik.com, dalam interupsi yang diajukan oleh Timwas tersebut, KPK terusik dengan pernyataan salah seorang politis dari Partai Keadilan Sejahtera, Indra.

Indra menyinggung soal KPK yang tidak mau hadir dalam rapat DPR setelah dilakukan dua kali pemanggilan untuk rapat Timwas Century.

Dalam pernyataannya, Indra mengutip pernyataan dari aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang meminta DPR untuk menyeret pimpinan KPK jika tidak mau hadir di DPR untuk membahas kasus Century.

Tentu saja, pernyataan ini langsung diinterupsi oleh Abraham Samad selaku Ketua KPK.

“Saya interupsi saudara Indra yang menggunakan kata-kata menyeret. Saya minta saudara Indra menarik kata menyeret. KPK bukan binatang yang dengan mudah bisa diseret ke sini,” kata ketua KPK Abraham Samad dengan nada marah.

Rapat kasus bailout Century ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Shohibul Iman sementara dari pihak KPK, diwakili oleh pimpinan Zulkarnaen dan Bambang Widjojanto.

Karena diinterupsi Abraham Samad, Indra langsung mengklarifikasi bahwa ia hanya mengutip pernyataan pihak lain bukan pernyataannya.

“Saya mengutip kata-kata BEM SI yang mengatakan kalau DPR nggak berani (bisa seret KPK). Silakan protes ke BEM SI, saya tidak akan menarik kata-kata saya,” kata Indra yang merupakan anggota komisi IX tersebut.

KPK enggan menghadiri rapat Timwas karena DPR menghadirkan pejabat Bank Indonesia (BI) yang tersangkut langsung dengan kasus Bank Century. Dalam etika yang berlaku, KPK tidak boleh bertemu secara langsung dengan pihak yang tersangkut kasus.

Selain menyinggung soal interupsi yang dilakukan Abraham Samad, Indra juga menyinggung soal waria yang datang pada rapat Timwas Century tersebut. Indra mengatakan bahwa kedatangan waria itu telah menunjukkan kekecewaan publik kepada KPK. (RN)

Comment di sini