Kronologi Pemukulan Febriani oleh Zakaria Versi Penumpang

by
June 7th, 2013 at 9:03 am
ciricara.com-kronologi pemukulan pramugari sriwijaya air

Ist.

Pangkal Pinang (CiriCara.com) – Seorang pramugari dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air diduga mendapat aksi kekerasan fisik dari seorang penumpang pada hari Rabu, 5 Juni 2013 malam.

Penumpang yang diduga melakukan aksi kekerasan tersebut adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung.

Pejabat itu memukul sang pramugari lantaran tidak terima saat disuruh mematikan ponsel ketika pesawatnya akan terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta menuju Pangkal Pinang.

Dilansir dari Tribunnews.com, berdasarkan keterangan dari penumpang yang menjadi saksi mata mengaku melihat dengan jelas bagaimana Zakaria memukul sang pramugari.

Penumpang tersebut duduk tidak jauh dari Zakaria yang duduk di kursi 12 F.

“Kalau tidak salah, Pak Zakaria duduk di dekat pintu emergency di 12 F. Waktu itu pramugari datang mau menjelaskan SOP penyelamatan penumpang,” kata sumber berita, Kamis, 6 Juni 2013 seperti dikutip oleh Tribunnews.com.

Penumpang tersebut mengatakan bahwa Zakaria asyik memainkan ponselnya saat sang pramugari datang dan menegurnya.

“Beliau asyik main HP, pramugari minta perhatiannya sebentar. Dua kali pramugari ngomong, beliau emosi,” kata sang sumber.

Pemukulan di atas maskapai Sriwijaya Air tersebut terjadi pada hari Rabu, 5 Juni 2013 pukul 20.00 WIB. Menurut Febriani sang pramugari yang menjadi korban, ia sudah berusaha memperingatkan Zakaria dengan baik-baik sebelum kasus pemukulan terjadi.

“Sebelum saya menegur, rekan sesama pramugari lainnya juga sudah menegur. Karena saat itu pesawat sudah siap untuk terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. Tapi saat saya menegur dengan bahasa yang menurut saya sudah sopan, bapak-bapak yang belakangan pejabat di Provinsi Bangka Belitung itu malah marah-marah. Bahasanya kasar dan tidak sopan,” tutur Febriani seperti dikutip oleh Kompas.com, Kamis, 6 Juni 2013.

Saat pesawat akan mendarat di Pangkal Pinang, Febriani mendadak dipukul dari samping menggunakan koran yang digulung. Koran tersebut berukuran sekepalan tangan dan melukai telinganya hingga memar.

“Saya dipukul menggunakan koran yang digulung, yang ukurannya hampir sama dengan kepalan tangan. Sesudah dipukul pertama kali, saya mencoba lari. Tapi dikejar lalu didorong. Setelah itu saya dipukul lagi. Pukulan itu mengenai telinga dan ada bekas memarnya di balik telinga,” jelas Febriani lagi. (RN)

Comment di sini