Pukul Febriani, Zakaria Umar Hadi Jadi Tersangka

by
June 7th, 2013 at 9:51 am

Pangkal Pinang (CiriCara.com) – Febriani, pramugari maskapai penerbangan Sriwijaya Air yang dipukul oleh Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKMPD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi membawa kasusnya ke jalur hukum.

Kompas

Kompas

Merasa tidak terima dengan perlakuan pejabat tersebut, Febriani melaporkan kasus pemukulan terhadap dirinya kepada Polres Pangkal Pinang, Kamis, 6 Juni 2013.

Kini, Zakaria telah ditetapkan menjadi tersangka karena kasus pemukulan tersebut.

“Terlapor kepala dinas kepala BKPMD Babel ditetapkan tersangka,” ujar Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Arifin, di Mapolres, Kamis 6 Juni 2013 seperti dikutip oleh sumber berita, Soloposfm.com.

Hingga saat ini Zakaria masih diperiksa secara intensif. Rencananya bahkan pejabat tersebut akan langsung ditahan di Mapolres Pangkal Pinang.

Zakaria sendiri akan dikenakan Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Peristiwa pemukulan terhadap Febriani yang dilakukan oleh Zakaria terjadi pada hari Rabu malam, 5 Juni 2013 saat pesawat tengah berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta menuju ke Pangkal Pinang.

Saat pesawat terbang dari Jakarta, Febriani sebagai seorang pramugari memperingatkan Zakaria yang terus saja asyik memainkan ponselnya. Merasa tak terima dengan teguran itu, Zakaria naik pitam.

Ketika pesawat hendak mendarat di Pangkal Pinang sekitar pukul 20.00 WIB, Zakaria justru memukul dan mendorong Febriani.

Pramugarai tersebut mendadak dipukul dari samping menggunakan koran yang digulung. Koran tersebut berukuran sekepalan tangan dan melukai telinganya hingga memar.

“Saya dipukul menggunakan koran yang digulung, yang ukurannya hampir sama dengan kepalan tangan. Sesudah dipukul pertama kali, saya mencoba lari. Tapi dikejar lalu didorong. Setelah itu saya dipukul lagi. Pukulan itu mengenai telinga dan ada bekas memarnya di balik telinga,” jelas Febriani kepada Kompas.com, Kamis 6 Juni 2013. (RN)

Comment di sini