Kasus Pemukulan Pramugari, Komentar Farhat Abbas Menuai Protes

by
June 10th, 2013 at 3:07 pm

Jakarta (CiriCara.com)Zakaria Umar Hadi, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bangka Belitung ditetapkan menjadi tersangka atas pemukulan yang ia lakukan terhadap pramugari Sriwijaya Air, Febriani.

Aksi Zakaria ini sempat menuai berbagai pendapat di jejaring sosial termasuk Facebook dan Twitter. Kebanyakan pendapat bernada memojokkan Zakaria.

Farhat Abbas - Ist

Farhat Abbas – Ist

Namun berbeda dengan pengguna kebanyakan, pengacara kontroversial, Farhat Abbas justru membela Zakaria.

Lewat akun Twitter-nya, @farhatabbaslaw, Farhat menilai berkomentar bahwa tindakan yang dilakukan oleh sang pejabat tidak salah. Ia mengatakan bahwa sinyal ponsel yang dipakai oleh penumpang tidak akan mengganggu penerbangan.

Main HP/Nelpon Di Pesawat! Gak pa pa dan gak bikin pesawat jatuh! Hanya bikin pramugari sewot doang! Hanya bikin penumpang dipenjara Namun Farhat juga meminta agar pihak yang bersalah meminta maaf” kicaunya.

Tidak hanya berkata seperti itu, Farhat Abbas juga masih berkomentar soal penetapan status Zakaria menjadi tersangka.

“Kalo gue pemilik Sriwijaya Air! Gue akan Pasang badan agar penumpang gue gak dipenjara! Pramugari yg gak sopan gue pecat! (farhat)”

Kicauan-kicauan Farhat tersebut menimbulkan berbagai reaksi di media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Dilansir oleh Tribunnews.com, dari Facebook, seorang pramugari bernama Eva Kartika Hendroputro yang berprofesi sebagai seorang pramugari turut memberikan komentarnya:

Dear Farhat Abbas,

Saya mewakili suara Pramugari Indonesia. Mengenai Pernyataan Anda di akun Twitter @farhatabbaslaw

“Pramugari harus merasa sbg PEMBANTU dalam pesawat terbang, bukan peragawati dalam pesawat”.

IZINkan saya memberikan kuliah 5 menit untuk anda Mengenai Profesi kami.

1. Kami Pramugari/a bertugas MELAYANI tapi bukan PELAYAN.

2. Kami bertugas MEMBANTU tapi bukan PEMBANTU.

Kalau dulu nilai Bahasa Indonesia anda mendapatkan nilai di atas 6, pasti tau perbedaan kata di atas. Tapi sepertinya tidak.

Kami adalah Tuan Rumah dan penumpang adalah Tamu Terhormat kami. Jika anda naik pesawat: Anda butuh makan/minum, kami berikan agar penyakit maag dan dehidrasi anda tidak akut. Anda kena serangan penyakit mendadak, kamilah yang menjadi team medis pertolongan pertama.

Anda stress karena gak laku menangani kasus, kamilah yang memberikan senyum untuk mengobati stress anda. Anda akan terpukau dengan kecantikan kami, ke sexyan kami, harum wangi tubuh kami dan kecerdasan kami ketika berbincang dengan anda yang mungkin bisa membuat mata anda menjadi keranjang.

Andai pesawat mengalami keadaan darurat, kamilah yang akan menolong anda untuk bisa selamat. Kamilah yang bekerja keras membuka pintu, kamilah yang akan berenang di laut lepas menarik leher anda yang mungkin tidak bisa berenang.” (RN)

Comment di sini